Rabu , 16 Oktober 2019
Home / Hukum / Pelanggaran Banyak Ditemukan pada Lagu
Seminar tentang “Kajian potensi pelanggaran lagu-lagu berbahasa Sasambo di televisi dan radio

Pelanggaran Banyak Ditemukan pada Lagu

MATARAM,DS-Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap konten-konten yang berbahaya bagi masyarakat NTB khususnya disiarkan TV dan radio, KPID bersama FKIP Unram mengadakan seminar tentang “Kajian potensi pelanggaran lagu-lagu berbahasa Sasambo di televisi dan radio”  di Kampus FKIP Unram, Selasa (2/7-2019).

Ketua KPID Provinsi NTB, Yusron Saudi, S.Pd.,M.Pd, menerangkan seminar itu adalah amanat UU 32 tentang SSJ (Sistem Stasiun Jaringan). Didalam salah satu ayatnya mengatur bahwa  Negara menguasai spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk penyelenggaraan penyiaran guna sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Selanjutnya pelanggaran-pelanggaran cenderung lebih banyak didapat pada lagu,” terangnya. Masyarakat cenderung menikmati lagu namun tidak mempedulikan apa isi dari lagu tersebut.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini para produser bisa lebih berhati-hati dalam memilih bahasa yang akan dicantumkan dalam lagu. “KPID berkepentingan atau turut serta karena lagu-lagu tersebut disiarkan dengan melalui frekuensi yang ada,” terangnya.

Dekan FKIP Unram Prof. Dr. H. A. Wahab Jufri, M.Sc. mengatakan untuk mengkaji lagu-lagu dari Sasambo ini kita sudah menghadirkan orang-orang yang berkompeten dalam mengkaji lagu-lagu tersebut, harapnya. Ia menyebut terkadang konten yang diberikan benar namun bahasa pengantar yang diberikan kurang tepat maka konten tersebut akan menjadi tidak benar/tidak baik. “Disinilah peran literasi diperlukan dimana kita bisa menyatukan makna antara konten, gambar dan bahasa,” katanya.

Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H,. mewakili Gubernur menerangkan bahwa saat ini dihadapkan perkembangan teknologi informasi yang pesat. Sehingga sajian informasi sangat mudah didapatkan. Termasuk anak-anak usia belia sekalipun sudah sangat familiar dengan  beragam informasi media sosial dan hiburan yang mudah diakses melalui mobile handphone dan fasilitas komunikasi lainnya.

Namun ditengah perkembangan teknologi digital yang cepat itu, menurut Aryadi, media televisi dan radio masih menjadi salah satu media komunikasi dan informasi yang efektif. Radio dan TV banyak menyajikan hiburan dan entertaiment lainnya.

Menurutnya, satu hal yang patut disyukuri adalah saat ini telah muncul kecintaan kaum melinial terhadap seni budaya daerah, termasuk lagu-lagu daerah (Sasambo). Terbukti dengan makin banyaknya lagu-lagu sasambo yang digandrungi dan disiarkan di radio maupun TV lokal.

Namun, “ditengah semangat berkreativitas seni itu, kata Gde sapaan akrabnya, terkadang muncul ekspresi atau kata-kata dan ungkapan dalam lagu dan seni  tersebut yang kurang selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal, budaya dan agama,” ujarnya.

“Disinilah peran KPID yang bertugas nengawasi kontens penyiaran untuk mengingatkan lembaga penyiaran publik agar tidak menyiarkan kontens-kontens yang mengandung muatan dan potensi merusak karakter bangsa,” tegas Aryadi

Tugas ini menurutnya tidak mudah karena setiap daerah memiliki nilai kearifan lokal yang relatif berbeda.  “Disinilah pentingnya peran para tokoh budayawan, akademi dan para cerdik pandai memberi kajian akademis dan masukan agar kontens-kontens yang disiarkan tidak menimbulkan konflik atau kesalahpahaman ditengah kehidupan masyakat budaya sasambo yang hiterogen,” pungkas mantan Irbansus ini.

Dalam seminar itu,  juga dilaksanakan penandatanganan MOU  antara KPID provinsi NTB dengan Dekan FKIP Unram.  Dalam seminar ini pihak KPID provinsi NTB dan FKIP Unram menghadirkan  3 pakar sebagai narasumber untuk mengkaji lagu-lagu sasambo yaitu, Prof Dr.H. Fahrurrozi  MA, Prof. Dr.Mahsun, M.S dan Drs. Kamaludin Yusra, Ph.D.hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Prof Asikin Akui RKUHP Tidak Bermasalah

MATARAM, DS – Problematika rancangan undang-undang (RUU) bermasalah menimbulkan reaksi penolakan dari kalangan mahasiswa di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: