Rabu , 13 November 2019
Home / Hukum / Ombudsman Dukung Kasus Tewasnya Zaenal Diproses Hukum secara Objektif
Kepala Perwakilan Ombudsman NTB Adhar Hakim MH (kanan)

Ombudsman Dukung Kasus Tewasnya Zaenal Diproses Hukum secara Objektif

MATARAM, DS – Ombudsman Perwakilan NTB meminta kasus tewasnya Zainal Abidin (29) warga Paok Motong, kecamatan Masbagik, Lombok Timur, yang diduga tewas setelah diduga berkelahi dengan oknum kepolisian di Satlantas Polres Lombok Timur pada Sabtu (7/9) lalu, harus diselesaikan sesuai  mekanisme aturan hukum secara objektif.

Kepala Perwakilan Ombudsman NTB Adhar Hakim MH menyatakan, jika pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Irwasda Polda NTB.  Kata dia, sejatinya Irwasda Polda NTB telah menerima laporan terkait insiden tewasnya Zaenal Abidin, tetapi belum secara resmi.

Meski demikian, kasus itu sudah dilaporkan juga ke Irwasum Mabes Polri. “Dari penuturan Irwasda Polda NTB ada upaya ke arah positif. Yakni, akan melihat proses kejadian ini secara objektif. Jadi, ini yang perlu kita tunggu hasilnya sambil memberikan waktu aparat kepolisian bekerja mengungkapnya,” ujar Adhar menjawab wartawan, Selasa (10/9)

Menurut dia, antara Ombudsman dengan pihak Irswasda Polda NTB telah ada upaya kesepaham untuk menyelesaikan persoalan ini secara objektif. Nantinya, tim dari Irwasda juga  akan mengecek secara otopsi jika perkenankan oleh pihak keluarga untuk mengetahui  penyebab kematian Zaenal serta melakukan pemeriksaan saksi dengan bukti-bukti yang lain.

“Insya Allah, antara kami dan Irwasda Polda NTB ada satu pemahaman untuk bersama-sama terus saling berkoordinasi  ke tingkat selanjutnya dalam menyelesaikan kasus ini dengan sangat terang,” tegas Adhar.

Terkait adanya bentuk penyelesaian antara Polri dengan pihak keluarga keluarga. Menurut Adhar, hal tersebut tetap tidak menggugurkan penyelesaian kasusnya secara hukum.

Oleh karena itu, pihaknya tetap mendorong agar kasus ini ditindaklanjuti secara hukum. Mengingat, lanjut dia,  persoalan ini masuk katagori serius, sebab telah masuk unsur menghilangkan nyawa seseorang. Sehingga, penyelesaiannya perlu dibuka dengan terang-benderang, sehingga kedepan kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Untuk sementara kami bisa mendorong, karena proses hukum yang masih berjalan, maka kita berharap secara internal kepolisian mendukung proses-proses  evaluasi atas kejadian ini. Yakni, bagaimana proses hukum harus dikedepankan. Ini persoalan serius jadi harus dibuka dengan jelas,” tandas Adhar Hakim.

Bentuk Tim Investigasi

Sementara itu, Polda NTB telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus Zaenal Abidin, pelanggar lalulintas asal Lombok Timur yang meninggal dunia diduga usai berkelahi dengan oknum petugas.

“Dalam hal ini kami sudah membentuk tim investigasi,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sujana menjawab wartawan, kemarin.

Nana mengatakan, guna mendalami kasus tersebut saat ini pihaknya telah memeriksa empat oknum anggota Polantas Polres Lombok Timur untuk dimintai keterangan. Empat oknum anggota Polres Lombok Timur sedang menjalani pemeriksaan oleh Kabid Propam Polda NTB.

Menurut Kapolda, jika ditemukan bukti-bukti anggota tersebut melakukan penganiayaan hingga menyebabkan nyawa seseorang melayang, Polda NTB akan melakukan tindakan tegas. “Kalau anggota kami salah, anggota kami kemudian sampai melakukan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia akan kami tindak tegas. Akan kami tindak tegas,” tegas Nana.

Nana menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dengan menggali keterangan dari beberapa saksi. Termasuk akan meminta Ikhsan, keponakan almarhum Zaenal Abidin yang ikut serta mengantar Zaenal ke Polres Lombok Timur untuk mengambil motor yang ditilang.

Kapolda NTB Irjen Pol Nama Sudjana menjelaskan kronologi perkelahian antara Satlanatas dengan Zaenal Abidin. “Saya mulai dari kronologi aja, pada hari Kamis tanggal 05 September 2019 sekitar pukul 20.20 Wita, bertempat di lapangan apel Satlantas Polres Lotim, si Zaenal dengan menggunakan sepeda motor dari arah melawan arus dan tanpa helm memasuki pintu gerbang Kantor Satlantas,” jelas Nana. Zaenal lalu menanyakan motornya yang ditahan. Setelah itu, tiba-tiba ia memukul anggota lantas hingga berujung perkelahian.

“Tiba-tiba Zaenal memukul anggota lantas yang mengakibatkan terjadinya perkelahian dengan anggota yang bertugas,” kata Nana. Seusai perkelahian, Zaenal dibawa ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk diperiksa. Namun saat hendak dibawa, Zaenal terjatuh dan tak sadarkan diri. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Polda Seriusi Dana Hibah KONI, Delapan Kabupaten/Kota Jadi Prioritas

MATARAM, DS – Aparat Polda NTB sepertinya tidak main-main untuk menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan dana hibah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: