Rabu , 11 Desember 2019
Home / Hukum / Massa Pro Perubahan Nama Bandara Sebut SK Menhub Tepat
Ribuan massa pendukung perubahan nama bandara Lombok saat melakukan orasinya di depan kantor Bupati Loteng,

Massa Pro Perubahan Nama Bandara Sebut SK Menhub Tepat

Jika sebelumnya massa penolak perubahan nama bandara melakukan aksi unjuk rasa ke kantor DPRD NTB beberapa hari lalu, giliran ribuan massa pendukung perubahan nama bandara melakukan aksi serupa. Menariknya, aksi pendukung perubahan nama bandara dari Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid itu dilakukan di di Kantor Bupati Lombok Tengah pada Kamis (21/11) dan Jumat (22/11).

FAHRUL MUSTOFA – MATARAM

Bagi para peserta aksi, penyematan nama pahlawan asal NTB, yakni Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dirasa sangat sesuai. Mengingat, adanya nama bandara mengutip nama pahlawan merupakan tanda penghormatan terhadap segala jasa-jasa yang telah dilakukannya.

“Kita pada intinya mendukung SK Menteri Perhubungan soal pergantian nama bandara. Seharusnya nama bandara tidak perlu disingkat, sebagai tanda kita menghormati jasa Maulana Syekh,” ujar salah satu orator aksi, Ahmad dalam orasinya.

Terkait adanya pro dan kontra soal pergantian nama bandara, Ahmad mengatakan tidak ambil pusing. Baginya segala sesuatu punya sisi yang berbeda, namun soal nama pahlawan dinilai sangat pantas digunakan pada nama bandara seperti pada daerah lain di Indonesia.

“Sangat cocok (nama bandara diganti). Bangga kita menggunakan nama pahlawan,” tegasnya.

Salah satu peserta aksi lainnya, Hapizin, mengatakan massa datang kali ini sebagian besar berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah. Hal ini jelas menjadi bukti warga Lombok Tengah sangat cinta pada pahlawan nasional Maulana Syekh yang namanya diabadikan menjadi nama bandara.

“Saya membela satu-satunya pahlawan Lombok. Sebab inilah yang mengagungkan nama Lombok ke penjuru dunia,” ucapnya.

Dalam aksi tersebut massa membawa spanduk bertulis mendukung perubahan nama bandara dan meminta Bupati Lombok Tengah tidak terlibat dalam penolakan nama bandara.

Diketahui, polemik itu awalnya bermula saat Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengeluarkan surat meminta maskapai penerbangan mengumumkan perubahan nama bandara. Namun, sebagian masyarakat di Lombok Tengah menolak tegas perubahan nama bandara tersebut.

Bahkan, Bupati Lombok Tengah, Moh. Suhaili FT tegas menolak perubahan nama bandara. “Saya tetap istiqomah BIL (Bandara Internasional Lombok) dengan pendirian saya. Dan saya harus tetap tunduk dan taat kepada kehendak dan perintah masyarakat Lombok Tengah,” tandas Suhaili FT. (**).

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Minta Jatah Fee, Kadis Pariwisata Lobar Kena OTT

MATARAM, DS – Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Lombok Barat, IJ, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: