Kamis , 17 Oktober 2019
Home / Hukum / Listrik Sering Padam, Ketua Gapeksindo NTB Ancam Gugat PLN
H. Bambang Muntoyo

Listrik Sering Padam, Ketua Gapeksindo NTB Ancam Gugat PLN

MATARAM, DS – Sejumlah warga di Kota Mataram mengeluhkan pemadaman listrik oleh Perusahaan Listrik Negara. Sebab, pemadaman dilakukan secara tiba-tiba tanpa adanya pemberitahuan pada pelanggan.

Ketua Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) NTB H. Bambang Muntoyo, menuturkan hampir setiap hari terjadi pemadaman listrik dalam satu bulan terakhir ini. “Selama sebulan ini, hampir setiap hari listrik padam kalau malam hari,” ujar Bambang menjawab wartawan, Minggu (15/9).

Ketua Pemuda Pancasila (PP) Mataram itu mengaku geram atas dampak mati listrik tersebut. Mengingat, alasan yang diperolehnya, pemadaman dilakukan selalu sama, yakni pemeliharaan jaringan.

Menurut Bambang, alasan pemeliharaan jaringan ini yang tidak masuk akal. Sebab, di satu sisi pembayaran listrik lancar dibayar masyarakat, lantas sekadar biaya pemeliharaan yang masuk dalam biaya tetap seharusnya sudah bisa jauh-jauh hari dapat diprediksikan.

“Wajar saya selaku pelanggan marah mewakili masyarakat. Apa salah jika pelayanan dan kinerja buruk saat ini, kita gugat dan bawa ke pengadilan. Karena memang kami dirugikan,” tegas Bambang.

Ia mengatakan, pemadaman listrik di Mataram, dan Lombok Barat, bahkan KLU bisa berlangsung setiap malam dalam sehari.

“Sehari-hari listrik rutin mati mendadak. Yang lebih sering, padam waktu malam hari, kadang saya lihat masyarakat masih trauma kalau listrik mati karena khawatir gempa akan datang seperti kejadian selama ini,” keluh Bambang.

Warga lainnya, Yuli juga mengeluhkan hal yang sama. Ibu rumah tangga ini mengaku pemadaman listrik yang dilakukan PLN sering terjadi pada malam hari.

“Biasanya, listrik padam rutin tiap malam, mulai pukul 21.00 Wita sampai pukul 01.00 Wita. Listrik sering mati mendadak, kami pun kaget dan akhirnya memilih tidak berani tidur karena trauma akan datang gempa bumi,” ungkapnya.

Pemadaman yang sering terjadi ini, kata dia, mengganggu aktivitas para ibu rumah tangga yang hendak memasak dengan menggunakan tenaga lsitrik. Terlebih, lanjut Yuli, selain untuk lampu rumah, listrik juga selama ini dipakai untuk menanak nasi dengan menggunakan rice cooker. Namun, karena listrik kerap padam, warga setempat terpaksa menyiapkan kompor untuk memasak.

“Selama ini kami memang masak pakai penanak nasi, karena cukup efektif digunakan untuk memasak nasi. Tapi, karena listrik sering mati dan tidak juga hidup, belakangan ini kami terpaksa kompor yang sudah lama tidak kita pakai kita manfaatkan lagi untuk pakai memasak. Ya, hanya itu solusinya. Daripada enggak masak, anak-anak kami bisa kelaparan,” tandasnya.

Hingga berita ini ditulis belum ada penjelasan dari pihak PLN terkait pemadaman listrik yang dikeluhkan warga tersebut. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Terobos Hutan Pesugulan Rinjani, Puluhan Warga Rusak Spanduk PKTI Sambil Bernyanyi “Garuda Pancasila”

MATARAM, DS – Puluhan ibu-ibu dan anak-anak ngotot masuk kawasan Hutan Pesugulan di Kawasan Gunung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: