Senin , 19 Agustus 2019
Home / Hukum / Hentikan Polemik Perubahan Nama Bandara Lombok
Sueb Qury

Hentikan Polemik Perubahan Nama Bandara Lombok

MATARAM, DS – Terganjalnya perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) lantaran masih adanya penolakan dari Pemkab Loteng, disayangkan sejumlah pihak. Salah satunya, Ketua Forum Komunikasi Pemuda (FKP) NU NTB Sueb Qury.

Menurut Sueb,  penolakan Pemkab Loteng terkait perubahan nama bandara yang telah ditetapkan pada Surat Keputusan Menteri Perhubungan (Kemenhub) RI Nomor KP 1421 Tahun 2018 lalu, berdampak pada tertundanya rapat pembahasan yang mengaggendakan sosialisasi perubahan nama bandara itu di Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB pada Senin (11/2) lalu.

Ia meminta, agar semua pihak, seyogyanya tidak lagi mempolekmikkan perubahan nama bandara itu.  Lantaran, perubahan nama bandara itu tidak lain diberikan pemerintah pusat untuk menghargai Jasa pahlawan satu-satunya asal NTB,  yakni Zainuddin Abdul Madjid (ZAM).

“Sudah saatnya, semua elemen menerima kenyataan, bukan pada posisi menolak atau ngotot mempertahankan nama BIl. Karena toh, nama pengganti bandaranya adalah juga nama pahlawan asal NTB,” ujar Sueb menjawab wartawan, Rabu (13/2).

Menurut dia, polemik nama bandara yang salah penempatan, lantaran BIL ada di Loteng. Sementara, Almaghfirullah Zainuddin Abdul Madjid berasal dan tinggal di Lotim. Sehingga, nama yang tepat adalah tetap mencantumkan nama wilayah bandara itu, dirasa tidak tepat.

“Bandara BIL itu kan milik rakyat NTB. Jadi, sudahilah polemik perubahan namanya. Karena sikap kita haruslah selalu menghargai usaha dan kerja keras orang lain,” kata Sueb lantang.

“Saat ini, bukan waktunya kita berdebat pada hal yang tidak produktif karena era sekarang ini adalah kita banyak bekerja dan kerja keras,” sambungnya.

Sueb menambahkan, pengusulan nama ZAM sebagai pengganti BIL/LIA sudah sesuai prosedural. Yakni, melalui paripurna DPRD NTB dan sudah pula memperoleh pesetujuan Kemnhub melalui SK yang diterbitkan beberapa waktu lalu.

“Kalaupun sekarang ada yang keberatan perubahan namanya, kan tinggal pemkab Loteng dan masyarakatnya bertemu dengan pak Gubernur untuk dibicarakan lebih lanjut seperti apa teknis dan apa kompensasi atas perubahan nama bandara itu,” tandas Sueb Qury.

Terpisah, Wakil Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri yang dikonfirmasi terkait perubahan nama Bandara itu menegaskan, bahwa pihaknha hingga detik ini belum sekalipun menerima SK Kemenhub RI tentang perubahan nama Bandar Udara Internasional Lombok menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid tersebut.

“Kita belum terima SK terkait perubahan nama Bandara Lombok itu dan tetap nama Bandara kita itu adalah Bandara Lombok,” ujar Pathul, kemarin.

Terkait batalnya rapat pembahasan perubahan nama bandara di Bakesbangpoldagri. Menurutnya, penundaan rapat itu guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Apalagi, sebagian masyarakat Lombok Tengah tetap menolak perubahan nama Bandara tersebut.

“Pada prinsipnya kita menolak perubahan nama Bandara Lombok tersebut,” kata Pathul. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Dampak Rekrument GNE Langgar Aturan, Hipmi Minta Gubernur Fokus Buat Regulasi Amankan UMKM NTB

MATARAM, DS – Polemik yang kini terjadi antara DPRD NTB dengan management PT Gerbang NTB …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: