Selasa , 19 Februari 2019
Home / Hukum / Gubernur : Kasus OTT di Kemenag Lobar Jangan Patahkan Semangat Tuntaskan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Gubernur NTB

Gubernur : Kasus OTT di Kemenag Lobar Jangan Patahkan Semangat Tuntaskan Rehabilitasi dan Rekonstruksi

MATARAM, DS – Gubernur NTB Zulkieflimansyah menegaskan, kejadian operasi tangkap tangan (OTT) kepada oknum pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Barat menodai kerja keras yang sedang dilakukan Pemprov NTB dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB.

“Saya melihat (kasus) ini tentu merasa prihatin, karena ini duit bencana jadi sangat sensitif, kita tentu menyesalkan dan berharap tidak terulang lagi,” ujarnya menjawab wartawan di Mataram, Rabu (16/1).

Zul mengaku prihatin adanya kasus pemerasan atau pungutan liar (pungli) dana bantuan rehabilitasi masjid pascagempa tersebut. Oleh karena itu, ia meminta agar jangan sampai kasus tersebut merusak suasana batin dan semangat dalam bekerja mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Prinsipnya, kalau ada pelanggaran tentu diurus saja secara profesional oleh penegakan hukum kita, jangan sampai mematahkan semangat teman-teman yang sedang bekerja serius,” ucap Gubernur.

Zul mengaku kecewa dengan adanya kasus tersebut karena belum lama ini, Pemprov NTB bersama TNI melakukan apel operasi teritorial yang menyiapkan ribuan fasilitator untuk membantu percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Jangan sampai karena itu orang jadi takut tidak berani melakukan apa apa sehingga turun semangat itu, tentu kita selama ini berhati-hati karena ini uang negara,” tandas Gubernur.

 

Periksa Pihak Lain

Terpisah, Wakapolda NTB Brigjen Pol Tajuddin mengatakan persoalan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa menjadi prioritas di NTB. Polda NTB, kata dia, terus mengawal soal program rehabilitasi dan rekonstruksi termasuk terkait adanya indikasi penyalahgunaan anggaran.

“(Kasus) ini sudah dalam proses pemeriksaan-pemeriksaan, tentunya ini hal yang prioritas karena menyangkut situasi seperti sekarang. Anggaran, penyimpangan tentu kita akan lebih serius dan fokus dalam penanganan yang profesional,” ujar Wakapolda.

Polda NTB, diakui Wakapolda, juga akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan kasus tersebut jika diperlukan. Tajuddin menilai, dalam kasus seperti ini tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

“Kalau ada kaitannya nanti dalam pemeriksaan, ada hubungan dengan itu, untuk melengkapi berkas perkara tentu dilakukan pemanggilan untuk diperiksa. Yang jelas dalam proses pidana itu biasanya tidak bisa berdiri sendiri,” jelasnya. RUL

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Soal Pose Salam Pilpres di Ultah Pejabat Teras Pemkot Bawaslu Mataram Klarifikasi Asisten dan Empat Pejabat Pemkot Mataram

MATARAM, DS – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mataram telah memanggil sejumlah pejabat teras di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *