Kamis , 2 April 2020
Home / Hukum / Gara-Gara Status WhatsApp, Staf SMK Didatangi Aparat Dua Desa
Aparat desa Sesela dan Jatisela saat melakukan hearing dengan pihak SMK 1 Gunungsari dengan dihadiri satu anggota DPRD Lobar terkait status whatsapp yang membuat kegaduhan pada aparat desa setempat

Gara-Gara Status WhatsApp, Staf SMK Didatangi Aparat Dua Desa

MATARAM, DS – Salah satu staf SMK 1 Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat harus berurusan dengan aparat dua desa di wilayah Sesela dan Jatisela. Pasalnya, status whatsapp miliknya bertajuk ‘menghadiri peluncuran album nyimak frustasi dan sedang mengirim pesan’ yang diunggah pada Sabtu (24/2) pagi sekitar pukul 07. 00 Wita, telah menimbulkan kegaduhan di aparat dua desa setempat.

Staf bernama Iswan Ciwan tersebut dalam statusnya memajang foto aparat desa setempat. Sehingga hal tersebut berujung kemarahan. Para aparat desa mendatangi sekolah tempat staf tersebut beraktifitas kesehariannya. Parahnya, aparat desa mulai Kepala Dusun, Kepala Urusan (Kaur) di desa Sesela dan Jatisela datang ke SMK 1 Gunungsari tidak sendiri namun bersama ratusan masyarakat setempat.

“Kami tersinggung dengan status oknum staf SMK 1 Gunungsari karena dari kata-katanya tidak mencerminkan seorang pendidikan. Masak kami dianggap grup band yang akan meluncurkan album frustasi,” ujar Kepala Dusun Muhajirin, Desa Sesela, Adi menjawab POS BALI di depan gerbang kantor SMK setempat, Sabtu (24/2) siang.

Warga yang marah pun terlihat memukul gerbang pagar SMK tersebut. Mereka meminta aparat Kepala Sekolah menindak salah satu stafnya yang telah melakukan pelecahan pada aparat dua desa tersebut.

Beruntung aksi warga tersebut tidak sampai menimbulkan kerusakan. Lantaran, salah satu Anggota DPRD Lobar dapil Kecamatan Gunungsari dan Batulayar, H. Faedullah tiba ke lokasi sekolah itu setelah lima menit lamanya warga melakukan aksi menggedor gerbang pagar sekitar pukul 10.10 Wita.

Politisi Perindo Lobar itu mengajak perwakilan aparat desa Sesela dan Jatisela masuk dan menemui pihak kepala sekolah untuk mengklarifikasi pernyataan status whatsapp staf SMK 1 Gunungsari tersebut.

“Alhamdulillah setelah pihak kepala sekolah menghadirkan yang bersangkutan. Staf SMK itu meminta maaf atas pernyataanya di status whatsapp-nya itu,” kata Faedullah.

Ia berharap agar Kepala Sekolah segera memberikan teguran pada jajarannya tersebut agar tidak lagi melakukan hal serupa. Mengingat, emosi masyarakat terkait oknum tersebut rupanya sudah memuncak.

“Sudah saya minta ke Pak Kepala Sekolah melakukan pembinaan. Dan itu akan dilakukan, termasuk akan memberikan sangsi pada yang bersangkutan secepatnya,” tandas Faedullah. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur Larang Warga NTB Asal Daerah Terpapar Corona Pulang Kampung

MATARAM, DS – Gubernur NTB Zulkieflimansyah akhirnya mengeluarkan maklumat terkait keberadaan warga asal NTB yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: