Senin , 19 Agustus 2019
Home / Hukum / Dua WNA Penyuap Pejabat Imigrasi Mataram Dipulangkan ke Negara Asal KPK Laporkan Upaya Suap ke Negaranya
Alexander Marwata

Dua WNA Penyuap Pejabat Imigrasi Mataram Dipulangkan ke Negara Asal KPK Laporkan Upaya Suap ke Negaranya

MATARAM, DS – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengungkapkan telah melakukan koordinasi ihwal dua Warga Negara Asing (WNA) yang melakukan suap terhadap pejabat Imigrasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Diketahui, Warga Negara Singapura dan Warga Negara Australia tersebut telah dipulangkan ke negaranya.

“Begitu uang tersebut sudah diserahkan kemudian paspornya dikembalikan dan pada hari berikutnya yang bersangkutan langsung kembali ke negara masing-masing. Yang satu ke Singapura, yang satu ke Australia,” ungkap Alex dalam siaran tertulisnya, Rabu (29/5).

Alex mengatakan, akan berkoordinasi dengan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB/Lembaga Antikorupsi Singapura) dan Lembaga Antikorupsi Australia terkait tindakan dua WNA yang menyuap pejabat publik di Indonesia.

“Jelas ini adalah tindakan penyuapan pada pejabat publik, tentu nanti kami akan melakukan koordinasi dengan Singapura dan Australia untuk melaporkan dua warga negara tersebut yang telah melakukan penyuapan pada pejabat publik di Indonesia. Mereka punya aturan yang melarang memberikan suap pada pejabat publik asing,” tuturnya.

Diketahui, dua WNA tersebut menggunakan visa turis. Namun, diduga mereka bekerja di Wyndham Sundancer Lombok. Penyidik PNS lmigrasi setempat mengatakan dua WNA ini melanggar Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

KPK baru saja menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara ini yakni Kurniadie selaku Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan kantor Imigrasi Klas 1 Mataram, Yusriansyah Fazrin, serta Direktur ‎PT Wisata Bahagia, Liliana Hidayat.

Kurniadie dan Yusriansyah diduga menerima ‎suap sebesar Rp 1,2 miliar untuk mengurus perkara dugaan penyalahgunaan izin tinggal dua WNA atau turis. Uang tersebut diberikan dari Liliana selaku manajemen Wyndham Sundancer Lombok untuk mengurus perkara dua WNA yang disalahgunakan.

Sebagai pihak yang diduga sebagai penerima suap, Kurniadie dan Yusriansyah disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11‎ Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga sebagai pemberi suap, Liliana disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. RUL

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Dampak Rekrument GNE Langgar Aturan, Hipmi Minta Gubernur Fokus Buat Regulasi Amankan UMKM NTB

MATARAM, DS – Polemik yang kini terjadi antara DPRD NTB dengan management PT Gerbang NTB …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: