Senin , 14 Oktober 2019
Home / Hukum / Awasi Black Campaign dan Hate Speach, Polisi Patroli di Dunia Maya
Bupati Lotim memberikan sambutan pada Sarasehan Jurnalistik di Selong

Awasi Black Campaign dan Hate Speach, Polisi Patroli di Dunia Maya

SELONG,DS-Tahapan-tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 telah dilakukan. Para kandidat yang siap bertarung untuk melanjutkan estafet kepemimpinan daerah, baik posisi Bupati Lombok Timur maupun Gubernur NTB telah memunculkan diri dengan berbagai macam trik dengan manfaatkan banyak hal, termasuk dengan berselancar di dunia maya.

Berdampak besar atau tidak, media sosial turut dimanfaatkan para kandidat dan para tim sukses untuk mempromosikan diri dan program yang akan diusung untuk memajukan daerah. Karena ruang untuk saling berinteraksi antar pendukung kandidat terbuka lebar, peluang untuk saling menjatuhkan sering kali tidak dapat dihindari. Ada yang masih dalam tahap wajar namun, tidak sedikit yang menjurus pada hate speach (ujaran kebencian) dan black campaign (kampanye hitam) yang bertujuan menjatuhkan pesaing.

Fenomena saling serang di sosial media memang selalu muncul pada saat menjelang dilaksanakan sebuah kontestasi selevel pemilihan kepala daerah. Untuk mencegah perdebatan di media sosial berdampak pada kehidupan di dunia nyata, aparat kepolisian telah mempersiapkan tim cyber yang mengawasi perkembangan di media sosial.

Pada saat menghadiri acara Sarasehan Jurnalistik yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lombok Timur di Selong, Sabtu (23/12), Kapolres Lombok Timur, AKBP Muhammad Eka Fathurrahman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk Tim Cyber yang bertugas memantau perkembangan di media sosial dengan sasaran kampanye hitam dan ujaran kebencian. Tim ini selalu memantau perkembangan isu di media sosial terutama yang berkaitan dengan isu-isu negatif yang dapat mengganggu kamtibmas jelang pelaksanaan pilkada serentak.

Kapolres berpesan agar warga masyarakat bekerjasama dengan aparat kepolisian dengan melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan yang diantisipasi tersebut. Dipastikan bahwa identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya. Karena itulah, jika masyarakat menemukan ada orang yang melakukan kampanye hitam dan ujaran kebencian di media sosial agar melaporkannya langsung ke nomor Kapolres Lombok Timur. Hal ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan identitas pelapor.

“Saya persilahkan masyarakat untuk melaporkan hal-hal yang berbau ujaran kebencian ataupun kampanye hitam di medsos dengan menyertakan screenshot ujaran tersebut. Laporkan ke saya langsung untuk menjamin kerahasiaan pelapor,” ujarnya. Setiap laporan yang disertai bukti akan segera ditindaklanjuti agar pilkada serentak berlangsung aman dan damai tanpai adanya riak-riak di tengah masyarakat yang disebabkan adanya perbedaan pilihan. KRISMA

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

BKD NTB Sebut Tak Ada Aturan Dilanggar Soal Penjabat Sekda Lantik Pejabat Sama Golongan

MATARAM, DS – Mutasi ketujuh yang dilakukan Gubernur Zulkieflimansyah pada sekitar 233 orang pejabat eselon …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: