Jumat , 28 Februari 2020
Home / Hukum / Aliansi Pembela Pahlawan Gedor Gedung DPRD NTB
Mantan Sekda NTB H. Rosiady Sayuthi (kanan) saat menghadiri aksi Aliansi Pembela Pahlawan dan Negara NTB di kantor DPRD NTB

Aliansi Pembela Pahlawan Gedor Gedung DPRD NTB

MATARAM, DS – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pembela Pahlawan dan Negara NTB menggedor kantor DPRD NTB pada Rabu (22/1). Mereka mendesak Ketua DPRD setempat, Hj. Baiq Isvie Rupaedah, membatalkan rencananya bertemu dengan Menteri Perhubungan guna melakukan audiensi terkait perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (Bizam) pada Kamis (30/1) mendatang.

“Surat Ketua DPRD NTB bernomor 009.1/078/DPRD/2020 tertanggal 17 Januari 2020 yang kini tersebar di sejumlah media sosial kian membuat kegaduhan di tengah-tengah masyarakat. Kami minta Ketua DPRD untuk tidak melakukan tindakan yang memancing emosi masyarakat NTB,” ujar Koordinator Umum (Kordum) aksi, Budi Satriady dalam orasinya.

Awalnya, dalam surat bernomor 01/Aliansi-PPN/NTB/I/2020, massa aksi yang kebanyakan merupakan anggota dan pengurus ormas Nahdatul Wathan (NW) itu menghendaki hearing dengan pimpinan DPRD NTB. Lantaran para anggota DPRD tidak berada di lokasi, mereka hanya diterima oleh jajaran Sekretariat DPRD setempat.

Menariknya, dari puluhan pengunjuk rasa yang datang ke kantor DPRD tersebut terdapat sejumlah pejabat teras lingkup Pemprov NTB yang merupakan petinggi NW diantaranya mantan Sekda NTB H. Rosiady Sayuthi, Staf Ahli Gubernur NTB HM. Suruji, dan Karo Kesra Setda NTB H. Ahmad Masyhuri.

Selain itu, tokoh-tokoh sentral NW, yakni H. Irzani, H. Maad Umar, H. Jamaluddin, Dr. Muhamad Halqi. Tampak pula, pengurus BUMD Pemprov NTB (PT. GNE), yakni Ichan El Wathan.

Dalam orasinya mereka mendesak agar surat Gubernur NTB Nomor 550/375/Dishub/2019 terkait pelaksanaan keputusan Menhub bernomor 1421 tahun 2018 perihal perubahan nama BIL menjadi Bizam agar bisa cepat direkomendasikan oleh pimpinan DPRD setempat.

Mantan Sekda NTB, H. Rosiady Sayuthi, menegaskan perubahan nama bandara seharusnya merupakan kebanggan bagi warga NTB. Pasalnya, di sejumlah wilayah lainnya di Indonesia, mulai Bali, NTT, dan DKI Jakarta, umumnya nama bandara itu mengadopsi nama pahlawan nasional.

“Setelah setengah abad, sekarang kita punya satu-satunya nama pahlawan nasional yang diabadikan menjadi nama bandara. Jadi, penting menjadi pertimbangan untuk kita terima keputusan dari pemerintah pusat sebagai sebuah kebanggan daerah kita,” tegas Rosiady.

Menjawab hal itu, Kabag Umum dan Humas DPRD NTB, Hafid, memastikan, akan mencatat semua tuntutan pengunjuk rasa tersebut untuk disampaikan pada pimpinan DPRD setempat. “Insya Allah, semua aspirasi ini sudah kami catat, dan tinggal kami sampaikan ke Ibu Ketua yang lagi bertugas bersama anggota lainnya ke luar daerah,” tandasnya. Rul.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Dugaan Menghamili dan Penelantaran Anak, Bupati Husni Anggap Fitnah serta Siap Lakukan Perlawanan Hukum dan Tes DNA

MATARAM, DS – Bupati Sumbawa HM. Husni Djibril angkat bicara terkait dugaan telah melakukan tindakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: