Jumat , 19 Juli 2019
Home / Hukum / Alat Deteksi Dini Gempa di Dompu Hilang Dicuri
Agus Riyanto

Alat Deteksi Dini Gempa di Dompu Hilang Dicuri

MATARAM, DS – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram menyatakan, sejumlah alat deteksi gempa di Wilayah NTB hilang dicuri. Pencurian itu marak terjadi di Dompu sekitar pertengahan tahun lalu. Padahal, baterai dan lampu pada alat yang berhubungan dengan pengukuran dan deteksi bencana itu itu sangat penting.

Kepala Stasiun Geofisika, BMKG Mataram, Agus Riyanto, BMKG Mataram, mengatakan, hilangnya alat deteksi bencana ini berdampak pada aktifitas pemantauan kegempaan sangat kurang. Pihaknya tidak bisa mentolilir aksi vandalisme tersebut.

“Kami sudah melaporkan kehilangan alat itu pada pihak kepolisian, mengingat aktifitas pemantauan di wilayah Dompu tidak bisa berjalan hingga kini. Pokoknya, kita tidak lagi main-main, makanya kita laporkan secara resmi ke aparat kepolisian pasca kejadian setengah tahun lalu,” ujar Agus menjawab wartawan usai menghadiri seminar antisipasi gempa bumi yang diselenggarakan UNU NTB di Mataram, Kamis (4/7).

Ia menyatakan, pada tahun 2019 ini, dari total sebanyak 200 shelter sensor seismik yang diadakan oleh BMKG pusat bekerjasama dengan Inasius, pihaknya memperoleh bantuan sebanyak tiga unit akan ditempatkan di Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Penujak di Kabupaten Lombok Tengah, dan di Dompu yang ditempatkan di Tambora, Pulau Sumbawa.

Menurut Agus, pemprov NTB telah memberikan dukungan untuk memfasilitasi penyediaan lahan sebagai shelter untuk penempatan ketiga sensor gempa tersebut. Sebab, adanya alat tersebut akan meningkatkan kinerja BMKG Mataram dalam melakukan pemantauan aktivitas kegempaan di NTB.

“Kita berharap status lahan ini tidak beralih, karena statusnya masih pinjam pakai. Semoga pemda NTB tidak membangun di wilayah yang kita telah diberikan tanah itu, sehingga pemantauan dan pemeliharaan alat itu akan bisa dilakukan efektif,” kata dia.

“Sekali lagi, aktifitas kegempaan itu tidak bisa sebentar tapi perlu waktu lama, karena ini menyangkut nyawa jutaan orang di NTB,” tambahnya.

Ia menjelaskan, provinsi NTB masuk perioritas ketiga setelah Pulau Sumatera dan Jawa. Oleh karena itu, adanya bantuan ketiga sensor gempa membuat NTB memiliki enam shelter. Yakni, setelah tiga sebelumnya berada di Pemenang, Sumbawa dan Bima. “Semakin banyak shelter itu makin baik. Negara Jepang saja punya 3 ribu shleter padahal wilayahnya kecil,” tegas Agus.

Saat ini, kata dia, total shelter sensor gempa di Indonesia berjumlah sebanyak 194 yang tersebar di sejumlah provinsi di NTB. Selain itu, Agus juga meminta dukungan Pemprov NTB untuk melakukan sosialisasi rutin kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di NTB agar lebih memahami masalah kegempaan.

“BMKG Mataram telah memiliki sekolah lapang geofisika, saat berada di Selaparang dan rencana juga akan di bangun di Sumbawa. Pembangunan ini bekerjasama dengan BPBD di kabupaten dan kota setempat,” tandasnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Polisi Sterilkan Lokasi Jatuhnya Helikopter di Persawahan Pujut

LOTENG, DS – Lokasi jatuhnya helikopter B206L4 milik PT Carpediem Air yang membawa tiga penumpang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: