Berbagi Berita Merangkai Cerita

Hujan Datang Lebih Awal, BKMG Minta Warga NTB Hati-hati dan Waspada

34

MATARAM, DS – Badan Meteorologi Stasiun Klimatologi Lombok Barat, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat atau petir, hujan es dan lainnya. Peringatan adanya potensi bencana hidrometeorologi di NTB yang memicu adanya hujan lebat, diperkirakan akan datang lebih awal dan lebih basah dari normalnya.

“Disini, kami imbau warga NTB untuk waspada dan berhati-hati terkait potensi bencana hidrometeorologi itu,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Nuga Putrantijo pada wartawan, Rabu (15/9) seraya menambahkan kedatangan musim hujan umumnya berkaitan erat dengan peralihan angin timuran (Monsun Australia) menjadi angin baratan (Monsun Asia).

Nuga memprediksi peralihan angin Monsun akan terjadi pada akhir Oktober 2021 dan setelah itu Monsun Asia akan mulai aktif.

“Saat ini anomali cuaca dan iklim yaitu Madden Julian Oscillation (MJO) sedang aktif di wilayah Indonesia termasuk NTB. Kondisi ini menyebabkan beberapa hari terkahir di sebagian wilayah NTB telah terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi,” jelas dia. Namun itu bukan berarti musim hujan akan terjadi di NTB. Pada akhir September dan awal Oktober curah hujan akan kembali berkurang.

Nuga mengatakan umumnya musim hujan di NTB terjadi pada November hingga Desember, namun pada tahun ini di sebagian Wilayah NTB yaitu Kota Mataram dan sebagian Lombok Barat musim hujan akan datang lebih cepat pada pertengahan Oktober 2021.

“Puncak musim hujan periode ini diperkirakan akan terjadi pada Januari dan Februari 2022 dengan curah hujan pada musim hujan nanti akan sedikit lebih tinggi dibandingkan kondisi biasanya untuk beberapa wilayah di NTB,” ungkap dia.

Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Restu Patria Megantara, mengatakan awal musim hujan 2021/2022 dari total 21 Zona Musim (ZOM) yang ada di NTB, sebanyak 5 persen diprediksi mengawali musim hujan pada Oktober 2021, Kota Mataram dan sebagian Lombok Barat.

Selanjutnya, 52 persen wilayah pada November 2021 meliputi Pulau Lombok bagian selatan, Pulau Lombok bagian tengah, utara, dan sekitar wilayah Rinjani, serta Sumbawa Barat dan Sumbawa bagian tengah dan selatan.

“Sedangkan, sebanyak 43 persen wilayah lainnya baru akan memasuki musim hujan pada Desember 2021, meliputi pesisir timur Pulau Lombok, Lombok utara bagian barat, Sumbawa bagian utara, serta seluruh wilayah Dompu, Bima, dan Kota Bima,” ujarnya

Restu menuturkan, secara umum, sifat hujan selama musim hujan 2021/2022 diperkirakan normal atau sama dengan rerata klimatologisnya pada 244 ZOM (71,4 persen).

“Sejumlah 88 ZOM (25,7 persen) akan mengalami kondisi musim hujan atas normal (lebih basah dari biasanya) dan 10 ZOM (2,9 persen) akan mengalami musim hujan bawah normal,” tandasnya. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.