Berbagi Berita Merangkai Cerita

HKTI NTB Siapkan 10 Juta Sapi Plasma Untuk Masyarakat

84

SELONG, DS – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) NTB menandatangani nota kesepahaman (MoU) jual beli sapi bakalan dengan PT Karya Hoqi. Dalam MoU ini disepakati sebanyak 10 juta ekor sapi akan di plasmakan untuk masyarakat NTB.

Nantinya, sapi yang didatangkan oleh PT Karya Hoki tersebut akan diberikan kepada masyarakat untuk dipelihara. Setelah 3-4 bulan penggemukan, sapi tersebut dapat dijual. Kelebihan berat dalam masa penggemukan inilah yang akan diberikan kepada masyarakat.

“Yang jelas secara bertahap sebanyak 10 juta ekor. Supaya masyarakat bisa menggerakkan ekonominya secara lebih baik,” ucap Direktur PT Karya Hoqi, H. Bahtiar, Rabu (21/10/2020) malam.

Bahtiar mengatakan pihaknya memilih bakalan sapi penggemukan dari Australia karena kurangnya bibit sapi di Tanah Air. “Kebutuhan sapi di kita, dari bibit yang dipakai kurang. Jadi kita harus impor untuk digemukkan di sini,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua HKTI NTB, H. Rumaksi SJ, mengatakan dirinya akan memprioritaskan masyarakat Lombok Timur dalam penyalurannya. Karena hal ini sejalan dengan peranannya sebagai ketua tim penurunan angka kemiskinan di Lombok Timur.

“Ini juga kaitannya untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat. Semua masyarakat akan kita berikan sepanjang mereka punya lahan. Bisa diberikan kepada kelompok maupun individu,” tegasnya.

Bekerjasama dengan pondok pesantren menjadi langkah yang akan ditempuhnya. Dengan harapan, pondok pesantren bisa mendapat profit demi keberlangsungan pendidikan di pesantren. Sehingga biaya pendidikan bagi para santri dapat digratiskan.

Adapun untuk mekanisme mendapatkan bantuan ini dengan mengajukan permohonan melalui HKTI. Diperkirakan, awal tahun 2021 bantuan tersebut mulai disalurkan. Tergantung juga pada kesiapan PT Pelindo yang memiliki tupoksi dalam pendistribusian.

“Kalau tidak Desember, ya awal tahun 2021. Tergantung juga kesiapan Pelindo. Untuk membuat karantina seperti yang di Cilacap,” kata Wakil Bupati Lombok Timur ini.

Transaksi penjualan sapi juga tidak semata-mata harus dilakukan dengan PT. Karya Hoki. Masyarakat diberikan kebebasan untuk menentukan kemana sapinya akan dijual. Namun tentunya harus melapor terlebih dahulu ke HKTI.

“Tidak semata-mata harus dibeli oleh PT Karya Hoki, tapi bisa dijual mandiri. Namun, harus melapor terlebih dahulu ke HKTI,” terang Rumaksi. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.