A place where you need to follow for what happening in world cup

“HK Endurance Challenge 123K” Ajang Kebangkitan Pariwisata NTB Jelang WSBK

24

FOTO. Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi (tengah), Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTB Ridwansyah (tiga kiri), Vice Presiden Operasional II HK, Octavianus Sitanggang (dua kanan) dan Kadis Kominfotik NTB Najamuddin Amy (kanan) saat memberikan keterangan pers bersama kesiapan NTB menggelar ajang bergensi dunia. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Sebanyak 100 orang peserta, dipastikan mengikuti ajang Hutama Karya (HK) Endurance Challenge 123K pada tanggal 17 Oktober ini. Ratusan peserta itu, terdiri dari 60 orang peserta dari mancanegara dan sebanyak 40 orang peserta berasal dari dalam negeri. Menariknya, dari ratusan peserta itu terdapat dua orang juara dunia yang akan tampil pada kegiatan ini. Yakni, Mars Sunderson dan Beny Yusron.

“Semua peserta, baik internasional dan nasional yang hadir ke Lombok hanya akan bayar akomodasi saja. Semuanya, kami yang tanggung. Termasuk, yang dua orang juara dunia iron man. Ini kita lakukan agar provinsi NTB siap dan bisa dimasuki oleh siapapun saja,” ujar Vice Presiden Operasional II HK, Octavianus Sitanggang saat memberikan keterangan persnya kesiapan event HK Endurance Challenge 123K, Rabu (23/10).

Menurut dia, event HK Endurance Challenge 123K kali ini, memang mengusung konsep triathlon namun jarak tempuhnya lebih ekstrem. Peserta akan menempuh olahraga renang sejauh dua kilometer, bersepeda sejauh 100 kilometer, dan lari sejauh 21 kilometer.

Rute yang digunakan mulai dari Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, dan Lombok Tengah. Dimulai dengan berenang dari Gili Air ke daratan Pulau Lombok sejauh dua kilometer. Lalu, bersepeda dari Lombok Utara hingga Mandalika Lombok Tengah dan ditutup dengan berlari di Sirkuit Mandalika.

Octavianus mengatakan para peserta akan memperoleh piagam dan medali. Di mana, event ini adalah bentuk kontribusi perusahaanya untuk mendukung kebangkitan ekonomi. Khususnya, bagaimana menarik wisatawan datang ke NTB. Terlebih, para peserta yang ikut diwajibkan untuk meng-upload keindahan NTB, khususnya di Pulau Lombok di media sosial mereka masing-masing.

“Yang jelas dengan ada lima proyek besar yang kita kerjakan di NTB. Di antaranya, ITDC Mandalika, Bandara Internasional Lombok dan Bendungan Meninting, maka kita berupaya untuk membuka kerjasama dengan pemerintah daerah. Ini agar bagaimana wisatawan bisa lagi datang ke Provinsi NTB seperti kondisi sebelum pandemi Covid-19,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTB Ridwansyah mengatakan, event HK Endurance Challenge 123K, merupakan event triathlon terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, momentum ini akan dijadikan ajang untuk mempromosikan kepariwisataan NTB ke kancah dunia meski dalam masa pandemi Covid-19.

“Pastinya, event HK Endurance Challenge 123K akan menjadi kesiapan kita menyongsong penyelenggaraan event berskala internasional, yakni WSBK 2021 dan MotoGP 2022. Ini karena rute yang dilalui merupakan lintasan ujicoba bypass baru dari Bandara Lombok ke titik finis di pantai Mandalika,” tegas dia.

“Jadi, event ini adalah deklair kesiapan NTB untuk menghelat WSBK,” sambung Ridwansyah.

Mantan Asisten II Setda NTB itu menyatakan, ajang tersebut akan jadi momentum untuk menampilkan produk-produk UMKM yang ada pada area bazar Mandalika. Terlebih, Mandalika adalah venue akhir rute yang akan dilalui.Kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

“Untuk peserta nantinya harus melalui pemeriksaan yang ketat. Siap mendukung CHSE dan vaksinasi yang diharapkan. Dan kita wajibkan peserta dan penonton menggunakan alat rapid antigen NTB, yakni Enram,” kata Ridwansyah.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi mengatakan, para peserta akan datang ke NTB pada tanggal 15 Oktober. Kendati hanya merupakan event invitasi untuk mempromosikan pariwisata NTB. Namun ajang HK Endurance Challenge 123K memiliki keunggulan dari event lainnya.

Sebab, lanjut Yusron, rute yang dilalui peserta sejauh 123 kilometer yang dimulai dengan berenang dari Gili Air menuju Pantai Sire sejauh 2 kilometer, bersepeda dari Pantai Sire menuju Novotel sejauh 100 kilometer, dan berlari mengelilingi area Mandalika sejauh 21 kilometer.

“Tentu 3 titik rute yang kami pilih dengan tujuan mempromosikan pariwisata Lombok, untuk itu harapan kami dapat di dukung secara maksimal untuk kesiapan area yang akan dilalui demi kelancaran pelaksanaan event ini,” ungkapnya.

Yusron menegaskan, pelaksanaan event ini guna membangkitkan kembali gairah kepariwisataan NTB di masa pandemi Covid-19.

“Kami berharap khusus melalui HK Endurance Challenge yang sifatnya invitasi ini bisa mempublikasikan secara lebih massive kesiapan zona wisata hijau Lombok-Sumbawa di era pandemi,” ucapnya seraya menambahkan spot-spot yang dilalui juga merupakan cikal bakal zona-zona yang dideklarasikan sebagai zona wisata hijau dan zero kasus Covid-19, destinasi dan fasilitas wisatanya ter-CHSE dan pelaku wisata serta masyarakat di dalam area Mandalika sudah lebih dari 103 persen warga sudah tervaksin

“Event ini akan kita jadikan ajang untuk memperkuat pelaku industri kreatif NTB. Mengingat, kami memiliki beragam ekraf dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa yang juga perlu di tampilkan pada pelaksanaan event ini,” terang Yusron.

Ia menambahkan, ada acara “welcome dinner” yang di selenggarakan di Gili Air misalnya, ada penampilan rona eKraf, sehingga peserta bersepeda mungkin juga nanti dapat menyinggahi bike park Meninting sebagai rest area 1 dan berikutnya bisa mempromosikan desa wisata yang dilalui hingga Mandalika.

“Di Mandalika pun harus ada performance industri kreatif kita menyuguhi kehadiran para penonton. Semuanya dalam prokes yang baik dan terukur,” tandas Yusron Hadi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas