Berbagi Berita Merangkai Cerita

Hibahkan Dana Pokir Rp 2 Miliar untuk Lawan Covid-19, Nyayu : PDIP Mataram Komit Tertawa dan Menangis Bersama Rakyat

0 33

MATARAM, DS – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) DPRD Kota Mataram bersepakat mengalihkan dana anggaran kegiatan pokok pikiran (Pokir) senilai Rp 2 miliar lebih dalam APBD setempat tahun 2020. Anggaran senilai sekitar Rp 2 miliar lebih itu akan dialihkan untuk membantu penanganan wabah Covid-19 atau virus Corona di Kota Mataram.

Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Wayan Sugiartha, mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi FPDIP dengan beberapa anggota fraksi yang menjadi ketua komisi, Wakil Ketua DPRD serta Badan Anggaran DPRD Kota Mataram, Senin (20/4).

“Kita sepakat dana Rp 2 miliar dari Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram itu diperuntukkan. Diantaranya, Rp 1 miliar untuk pengadaan APD dan masker bagi tim medis di RSUD Kota Mataram dan Rp 1 miliar pengadaan sembako bagi program Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk membantu masyarakat miskin terdampak Covid-19 di Kota Mataram,” ujar Sugiartha menjawab wartawan melalui telpon selulernya.

Menurut dia, banyak masyarakat di ibukota provinsi NTB yang mengalami dampak ekonomi terkait pandemi Covid-19. Bahkan, lanjut Wayan, kini telah bermunculan orang miskin baru akibat dampak wabah tersebut.

Oleh karena itu, sesuai instruksi Ketua Umum PDIP Hj. Megawati Soekarno Putri, maka seluruh jajaran partai, khususnya mereka yang duduk sebagai anggota DPRD dan kepala daerah di semua wilayah di Indonesia diharuskan membantu pemerintah guna menyokong dan menyukseskan penanganan Covid-19 melalui kebijakan anggaran di wilayahnya masing-masing.

“Khusus kami di Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram, maka cara yang kita lakukan adalah memangkas dana pokir untuk kita arahkan untuk pembelian APD tenaga medis di RSUD Kota Mataram dan pembelian paket bantuan sembako bagi warga miskin terdampak Covid-19,” tandas Wayan Sugiartha.

Terpisah, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati mengaku, anggaran pokir yang disisir itu umumnya adalah kegiatan yang bersifat fisik. “Prinsipnya, sesuai garis partai. Yakni, kader diharuskan tertawa dan menangis bersama rakyat. Maka, semua anggaran itu kita hajatkan untuk kepentingan rakyat dalam masa sulit pandemi Covid-19 yang membutuhkan kebersamaan dan kegotong royongan semua pihak,” kata Nyayu menjelaskan.

Diketahui, Ketua Umum DPP PDIP Hj. Megawati Soekarnoputri telah mengeluarkan sejumlah instruksi kepada seluruh kepala daerah dan legislatif di Indonesia yang menjadi kader PDI Perjuangan.

Instruksi tersebut disampaikannya melalui sambungan telekonferensi yang dipandu oleh Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dan juga diikuti oleh sejumlah pengurus pusat partai berlambang banteng itu yang antara lain Puan Maharani, Prananda Prabowo, Juliari P Batubara, dan Eriko Sotarduga.

Secara utuh setidaknya ada 7 instruksi Megawati Soekarnoputri yang disampaikan kepada para kadernya. Pertama, untuk seluruh kader PDIP dapat mensosialisasikan Fatwa MUI terkait dengan pemakaman jenazah penderita Covid-19.

Kedua, agar seluruh kader Partai di Tiga Pilar Partai terus mencermati perkembangan situasi untuk bergerak cepat melakukan langkah antisipasi terkait penyisiran alokasi anggaran di APBD untuk bantuan APD tenaga medis dan paket sembako.

Ketiga, fokus berupaya menghentikan penularan dengan karantina, menjaga jarak sejauh 2 meter, mencuci tangan, menggunakan masker, serta fokus mempersiapkan sistem logistik kebutuhan pokok bagi rakyat miskin.

Selanjutnya yang keempat, Megawati meminta agar seluruh kepala daerah dapat mempelajari dan mendukung program bantuan pengamanan sosial.

Kelima, menyiapkan lahan pemamakaman yang secara khusus untuk korban bencana dalam keadaan darurat.

Keenam, dirinya meminta agar seluruh kadernya dapat terus mengedepankan kerja gotong royong untuk kemanusiaan dan yang terakhir mendorong gerakan menanam terhadap tanaman apapun yang dapat dikonsumsi. RUL.

Leave A Reply