Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 4 Des 2018 21:06 WITA ·

HBK Sayangkan Petani Tembakau Lombok Belum Sejahtera


					H. Bambang Kristiono saat berdialog dengan sejumlah petani tembakau di Lotim Perbesar

H. Bambang Kristiono saat berdialog dengan sejumlah petani tembakau di Lotim

MATARAM, DS – Predikat Pulau Lombok sebagai salah satu wilayah penghasil tembakau berkualitas sudah kesohor hingga ke berbagai negara. Bahkan setiap tahun, pulau di sebelah timur provinsi Bali itu kerap dikunjungi puluhan petani tembakau dari berbagai negara.

Meski demikian, hingga kini masih banyak petani di wilayah penghasil tembakau di Pulau Lombok seperti Lombok Timur dan Lombok Tengah, justru belum sejahtera.

Kondisi itu membuat Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra H. Bambang Kristiono (HBK). “Provinsi NTB, khususnya Pulau Lombok itu kesohor akan tanaman tembakaunya, yakni jenis Virginia. Jadi, kalau petani kita belum bisa sejahtera, memang ada tekanan terhadap mereka selama ini,” ujar Bambang menjawab wartawan, Senin (3/12).

Saat ini, produksi benih Tembakau Virginia Lombok mencapai 160 kg per tahun. Sementara kebutuhan benih Tembakau Virginia di Lombok hanya 105 kg per tahun untuk 15.000 hektar lahan.

Dari sisi harga, benih Tembakau Virginia Lombok dihargai Rp 50 juta – Rp 60 juta per kg dengan hitungan 1 kg benih tembakau bisa digunakan untuk 125 hektar lahan.

“Tekanan sektor tembakau yang terus terjadi pada sisi penurunan permintaan produk tembakau, sehingga semakin menyulitkan keadaan petani tembakau,” tegas Bambang.

Menurut caleg nomor urut satu Gerindra Pulau Lombok itu,  sejumlah pengusaha dari berbagai negara di Asia Tenggara yang dikenalnya. Yakni, dari Malaysia, Myanmar, Filipina, Vietnam telah banyak mengirimkan petani mereka untuk belajar melakukan pembibitan tembakau di Training Farm Desa Puyung, kabupaten Lombok Tengah.

Hanya saja, kata HBK, begitu balik belajar dari Pulau Lombok, justru hasil tanaman tembakau mereka bisa mengalahkan produksi petani NTB.

“Jadi, memang hasil produksi tembakau kita belum memenuhi standar. Sehingga, ini menjadi pekerjaan rumah kita untuk bagaimana membuat regulasi, sehingga petani kita bisa sejahtera,” tegas Bambang.

“Pokoknya, kebijakan yang melindungi dan menyejahterakan petani tembakau NTB akan saya perjuangkan dan menjadi konsen saya saat terpilih menjadi anggota DPR RI di Senayan kedepannya,” tambahnya.

HBK melanjutkan, selain memastikan komoditas pertanian yang dihasilkan mampu menyediakan penghidupan bagi jutaan petani, pekerja pertanian, serta keluarga mereka di seluruh dunia.

Ia mencontohkan, India yang dikenal sebagai eksportir tembakau terbesar ke-2 di dunia dan produsen terbesar ke-2. Di negeri itu, sebanyak 46 juta orang terlibat di seluruh rantai pasokan tembakau. Kemudian di Filipina, tembakau menyediakan lapangan pekerjaan untuk hampir 3 juta orang, dan negara memperoleh lebih dari 100 miliar Peso dari pajak cukai tembakau.

“Di Indonesia sendiri, peraturan produk tembakau sudah lebih ketat dibandingkan dengan negara-negara lain. Misalnya, iklan di Indonesia sudah dilarang untuk menampilkan wujud rokok atau bungkus rokok, sedangkan beberapa negara seperti di Jerman dan Amerika masih menampilkan wujud rokok pada materi iklannya,” tandas HBK.

“Tinggal tugas kita menyiapkan regulasi yang melundungi petani, karena pandangan saya, bangsa Indonesia akan bisa sejehtera manakala petaninya meningkat taraf kehidupannya,” lanjutnya. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

JMSI Apresiasi KBRI Madrid dan Dubes RI Kerajaan Spanyol Bangun Poros Global

17 Mei 2022 - 17:49 WITA

Tambah Satu Mobil Tangki Lagi, HBK PEDULI Tingkatkan Suplai Air Bersih Gratis untuk Warga Terdampak Kekeringan di Lombok

17 Mei 2022 - 17:09 WITA

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Beri Solusi Jalur Ekspor

15 Mei 2022 - 19:09 WITA

Bakal Buat Baper, Sultan Food Siap Luncurkan Minuman yang Segar-Segar

13 Mei 2022 - 17:39 WITA

Gubernur NTB : Ide Besar Muncul Saat Diskusi Sederhana

12 Mei 2022 - 06:34 WITA

Organisasi Perempuan NTB Diharap Bantu Pemberdayaan Ekonomi

11 Mei 2022 - 08:20 WITA

Trending di Ekonomi