Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 7 Nov 2018 16:35 WITA ·

HBK : Belum Ada Upaya Pemerintah Dorong Pertanian Organik


					H. Bambang Kristiono Perbesar

H. Bambang Kristiono

MATARAM, DS- Ketua Badan Pengawas dan Disiplin ( BPD)  Partai Gerindra, H Bambang Kristiono (HBK), menilai saat ini belum ada upaya  yang serius memulai pertanian organik secara massal.  Menurut dia, pemerintah baik pusat dan pemda NTB, terkesan setengah hati mendorong pertanian organik  yang telah terbukti mampu menjadi daya ungkit peningkatan kesejahteraan kaum tani di sejumlah negera-negara maju.

“Kalau serius, mungkin semua (petani) sudah pakai mesin dan alat pengolahan, sehingga satu desa atau kecamatan itu tak perlu pupuk dan obat-obatan kimia dari luar. Ya, sifatnya pendukunglah bukan yang utama kalau diperlukan,” ujar Bambang mejawab wartawan, Selasa (6/11).

Caleg DPR RI dari Partai Gerindra itu, mengajak generasi muda dan kaum milenial di Pulau Lombok untuk menjadi pioner penggerak revolusi pertanian organik  di wilayahnya. Harapannya, di kemudian hari bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya di Indonesia.

Ia menegaskan, kedepan kebutuhan-kebutuhan kongkrit untuk mewujudkan

hal tersebut akan diperjuangkan melalui kewenangan legislasi dan anggaran melalui DPR RI nantinya. “Hal ini harus mulai kita lakukan. Mari generasi muda Lombok, kita bangkitkan semangat revolusi pertanian ini. Dari Lombok, kita berbuat untuk Indonesia tercinta. Dan in shaa Allah, kita bisa,” ungkap HBK.

Bambang mencontohkan, komoditas Kopi di Lombok memiliki keunggulan tersendiri baik varian Robusta, Arabica, maupun Liberica. Namun, produk unggulan ini pada kenyataannya masih sulit menembus ekspor, karena kualitas mutunya yang masih dibawah ambang standar negara-negara maju.

“Kita tidak mungkin bisa ekspor ke luar (negeri), kalau produk komoditi kita masih terpapar residu kimia. Apalagi standar negara-negara maju untuk komoditas yang dikonsumsi masyarakatnya itu sangatlah tinggi, karena mereka sangat peduli dengan kesehatan masyarakatnya. Jadi, solusinya adalah, pertanian organik harus digalakan secara masif di negri ini,” kata HBK.

Menurut HBK, pertanian organik juga bisa menjadi nilai tambah bagi para petani dalam hal efisiensi biaya produksi. Selain itu, pola organik dalam jangka panjang juga bermanfaat untuk mengembalikan tingkat kejenuhan lahan akibat dampak penggunaan pupuk kimia.

“Ini juga bagian dari rehabilitasi lahan karena sudah jenuh akibat pupuk kimia. Maka perlu revolusi organik agar kembali produktif lahannya. Baik lahan pertanian, pertambakan, perikanan dan pantai,” tandasnya.fm

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Laju Kenakan Inflasi Dominan Dipengaruhi Angkutan Udara

1 Oktober 2022 - 12:27 WITA

Investor Malaysia Ekspor Hasil Budidaya Udang dari Sumbawa

1 Oktober 2022 - 12:18 WITA

Satresnarkoba Polresta Mataram Blusukan Bagikan Bansos

30 September 2022 - 15:10 WITA

Bazar Pangan Murah Sambut Maulid Nabi

30 September 2022 - 14:56 WITA

Disperindag NTB Komit Beri Layanan Informasi Publik Bidang Perdagangan

29 September 2022 - 12:52 WITA

BSK Grup Resmikan Kantor yang ke 26

17 September 2022 - 18:34 WITA

Trending di Ekonomi