Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 14 Apr 2022 17:03 WITA ·

Hasilkan Mobil R-One SMEKTI, Wujud Kolaborasi Teaching Ga PLN dan SMKN 3 Mataram


					FOTO Inilah mobil produksi siswa SMKN 3 Mataram yang merupakan kolaborasi dengan PLN UIP Nusa Tenggara yang sudah tampil di berbagai event dunia dan nasional selama ini. (FOTO. RUL/DS). Perbesar

FOTO Inilah mobil produksi siswa SMKN 3 Mataram yang merupakan kolaborasi dengan PLN UIP Nusa Tenggara yang sudah tampil di berbagai event dunia dan nasional selama ini. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara bersama SMK Negeri 3 Mataram kembali melanjutkan kolaborasi teaching factory yang sudah berjalan sejak tahun 2021 lalu.

PLN sebagai perwujudan dunia industri melakukan intervensi pada dunia pendidikan dengan terlibat pada pengembangan dan pendampingan pembelajaran berbasis projek, guna ikut terlibat mempersiapkan dunia SMK yang mampu menjawab tantangan khususnya perkembangan electrifying lifestyle pada segala lini di masa depan.

Keterlibatan dunia industri yang dilakukan oleh PLN merupakan bentuk dukungan memajukan pendidikan vokasi untuk menciptakan nilai tambah yang maksimal untuk pembangunan nasional.

General Manager UIP Nusa Tenggara, Wahidin, mengatakan bahwa arah sasaran Corporate Social Responsibility (CSR) atau program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) UIP Nusa Tenggara pada tahun 2022 ini fokus kepada tiga aspek yakni Pendidikan, Lingkungan Hidup dan Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM dan ini selaras dengan arah yang ingin dibangun oleh Kementrian BUMN.

“Alasan kenapa kami fokus pada tiga aspek tersebut adalah bagaimana menciptakan program yang memiliki dampak pemulihan ekonomi, terlebih lagi paska pandemi, peran UMKM menjadi sangat signifikan dan memerlukan pehatian khusus sehingga realisasi yang dilakukan harus targeted dan berdampak,” ujar Wahidin pada wartawan, Kamis (14/4).

Menurut dia, bahwa kedepan akan terjadi transisi dari kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil menjadi kendaraan yang menggunakan kendaraan listrik (Electric Vehicle) dan proses tersebut sekarang sedang berlangsung, baik di dunia industri maupun dari sisi kebijakan pemerintah, dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita sebagai bangsa Indonesia.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya fokus membangun infrastruktur pendukung kendaraan listrik, dan tidak hanya terkait infrastruktur teknis, melalui program teaching factory bersama SMKN 3 Mataram.

“Ini merupakan salah satu wujud kami ikut mempersiapkan sumberdaya manusia melalui dunia pendidikan yang siap menghadapai era electrifying lifestyle,” kata Wahidin.

Ia mengatakan, tahun 2021 lalu, kolaborasi teaching factory antara PLN UIP Nusa Tenggara dengan SMKN 3 Mataram menghasilkan produk R-One SMEKTI yang berhasil tampil di ajang Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021, dan merupakan satu-satunya yang mewakili dunia SMK di perhelatan nasional tersebut. Pada tahun 2022 kolaborasi yang dibangun menyasar penyelarasan kurikulum proses pengembangan dan pendampingan pembelajaran, praktisi industri, dan bantuan sarana prasarana yang menunjang proses teaching factory.

“Untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goal (SDGs) pada pilar Pendidikan yang berkualitas, program teaching factory ini harus berperan tidak hanya mencetak generasi muda sebagai agent of change tetapi harus bisa menjadi agent of producer, dan membawa perubahan yang nyata demi menyongsong era,” tandas Wahidin. RUL

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ini Ajakan Gubernur NTB kepada Santri Mambaul Ulum

22 Mei 2022 - 06:35 WITA

Sukses Harus Diimbangi Kerja Keras Tak Kenal Menyerah

20 Mei 2022 - 07:31 WITA

Rekrutment Beasiswa NTB Dilakukan Secara Transparan

17 Mei 2022 - 17:45 WITA

Mimpi Besar Anak NTB, Itu Harapan Gubernur

12 Mei 2022 - 16:30 WITA

Pembangunan Pondok Pesantren Tidak Boleh Berhenti,Ini Alasannya

10 Mei 2022 - 16:13 WITA

Gubernur Hadiri Silaturahim Pendidikan YPH PPD NWDI

7 Mei 2022 - 16:55 WITA

Trending di Pendidikan