Berbagi Berita Merangkai Cerita

Hasbi Sebut Ada Tenaga Gizi yang Belum Dapat Honor

0 20

SELONG,DS-Bonus Demografi dikenal sebagai suatu keadaan daerah  yang memiliki jumlah penduduk umur produktif yang lebih banyak (hingga 70%) dari jumlah penduduk keseluruhan.  Usia penduduk yang lebih banyak akan berpeluang untuk lebih maju dan berkualitas dalam pembangunan. Kondisi tersebut tak  terleps dari upaya dan kerja keras para ahli gizi dan tenaga gizi.

Beberapa Provinsi di Indonesia telah tergabung dalam sebuah wadah yang diberi nama Persagi (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) termasuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).   Berbuat untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehtan bagi masyarakat merupakan bagian dari program kerja Persagi yang terus senantiasa digaungkan dan diaplikasikan dengan kinerja dan komitmen serta kerjasama yang kuat.

Untuk Indonesia, Bonus Demografi akan terjadi pada tahun 2050. Apabila hal tersebut betul-betul dilakukan  dengan  baik maka Bonus Demografi akan bernilai berkah dan akan bernilai beban/musibah  apabila tidak dikelola dengan baik. Dan yang memiliki kompetensi untuk itu adalah para ahli dan tenaga gizi.

“Saat ini kita tak dapat secara pasti seperti apa atau sampai sejauh mana kita memprediksi potensi jumlah penduduk usia produktif di Lotim, karena belum ada data. Ada data namun data sepuluh tahun yang lalu. Nah, tahun ini akan ada Sensus lagi. Data hasil Sensus tahun 2020 ini, dapat kita jadikan sebagai acuan untuk memprediksi sampai sejauh mana kondisi Bonus Demografi di daerah Lotim pada tahun 2050,” kata Kadis Kesehatan Kabupaten Lotim, dr. HM.Hasbi Santoso, M.Kes, usai memberikan sambutan pada Seminaar Gizi di Balrom Kantor Bupati Lotim, Sabtu    (1/2/20).

Hal yang sangat penting saat ini, lanjut Hasbi, adalah masalah gizi.  Penanganan stunting merupakan program Nasional yang harus disukseskan dengan penanganan Gizi secara terstruktur, sistematis dan masif hingga ke daerah terpencil. Dan yang banyak berperan adalah para ahli dan tenaga gizi.

“Pemda (Bupati/Wakil Bupati) saat ini (2019-2023) memiliki visi-misi yang sama dengan pusat untuk tahun ke 2 (2020) yaitu pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Peranan ahli/tenaga gizi sangatlah berperan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terkait dengan asupan gizi menuju masyrakat yang sehat dan berkualitas,” tandas Hasbi.

Menurut Hasbi, peran tenaga gizi dalam melayani masyarakat hingga ke tempat terpencil sangat luar biasa penuh pengabdian, dedikiasi dan loyalitas. Mereka harus mendapat pelayanan yang maksimal dari atasannya. Di antara mereka ada yang hanya memiliki SK dari Puskesmas, dan bahkan ada yang belum mendapat honor yang tetap.

“Karena itu, bagi mereka yang belum mendapat SK Bupati, Kadis Kesehatan akan membuatkan SK dan memberikan hak honor dari dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan),” cetus Hasbi, disambut aplaus dari para tenaga gizi  (Kus).

Leave A Reply