Hari Antikorupsi Sedunia, Kejari Lotim Anugerahi Jurnalis Berintegritas

Efi Laila Kholis

LOMBOK TIMUR,DS- Di Hari Anti Korupsi Sedunia, Kejaksaan Negeri Lombok Timur memberikan penghargaan kepada jurnalis berintegritas dan pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Perayaan HAKS dan penghargaan itu diserahkan di Kantor Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Senin (11/12/2023).

Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Efi Laila Kholis, mengapresiasi kerjasama dengan jurnalis, LSM dan organisasi kemahasiswaan sebagai penggiat korupsi yang selama ini turut membantu kinerja aparat kejaksaan. Keterlibatan semua pihak dalam pemberantasan korupsi diamanatkan dalam UU.

Bertema “Maju Membangun Negeri Tanpa Korupsi”, Kejari mengaku telah membekali penyidik jaksa dengan berbagai kompetensi yang dimiliki. Kompetensi itu sebagai bagian dari profesional penyidik.

“Jangan sampai kalah dengan pelaku korupsi. Berbagai upaya yang dilakukan secara sistematis oleh pelaku korupsi. Dengan kompetensi yang dimiliki jaksa kasus yang muncul selama ini bisa diungkap. Kita mengusung perkara sampai ke tingkat pengadilan, dihukum bahkan sampai dieksekusi,” tegasnya.

Meski demikian, kata Efi, dihukum hingga dipenjara belumlah cukup diberikan kepada pelaku korupsi. Bila perlu hingga ada upaya pemiskinan bagi mereka.

“Tidak ada gunanya kandangin para koruptor, kalau uangnya tidak balik ke negara. Memang ada efek jeranya tapi mereka masih punya uang dan punya usaha lainnya. Yang ditakutkan koruptor itu miskin, bukan masuk sel,” ujarnya.

Efi berharap banyak Kabupaten Lotim masuk sebagai kategori ‘Zero corruption’ meskipun itu dinilai sulit. Tapi setidaknya kasus korupsi bisa diminimalkan.

Lebih jauh, dia mengungkapkan dalam penanganan suatu perkara tidak bisa karena adanya tekanan publik. Dalam penanganan suatu perkara minimal dua alat bukti yang cukup untuk melakukan status seseorang. Oleh karenanya, jaksa bekerja terlepas dari conflict of interest atau ada kepentingan tertentu.

Sejauh ini, Kejari Lotim berhasil mengungkap perkara kasus korupsi dan mengembalikan uang negara hasil kejahatan korupsi dalam kasus korupsi Dermaga Labuhan Haji tahun 2016 sebesar Rp. 6,7 miliar..

Angka ini,paparnya, terbesar dan pertama di Lotim bahkan di NTB sebanyak itu. Dari kasus penanganan itu total uang negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp. 7 miliar lebih dari kasus yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

“Saat ini masih tersisa 10 pelaku korupsi yang masih dalam proses penanganan di Kejari Lotim,”imbuhnya.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.