Berbagi Berita Merangkai Cerita

Harga Gula Tembus Rp 17.500 Per Kilogram

0 24

MATARAM, DS – Harga gula di sejumlah wilayah di NTB terus merangkak naik sejak sebulan terakhir ini. Salah satunya, di Kota Mataram. Bahkan, harga gula pasir tersebut menembus angka Rp 17.500 per kilogramnya atau jauh dari harga eceran terendah (HET) yang berkisar mencapai Rp 12.500 per kilogramnnya.

Untuk mencegah harga gula terus melambung, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB berencana akan menggelar kegiatan pasar murah.

Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB, H. Lalu Gita Ariadi, mengatakan, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan Pemerintah kabupaten/kota di NTB untuk menggelar pasar murah. “Salah satu cara yang akan dilakukan untuk mengendalikan harga gula, pemerintah danTPID siap gelar pasar murah,” ujar Gita menjawab wartawan di kantor DPRD NTB, Kamis (12/3).

Menurut Gita, untuk menekan kenaikan harga gula, TPID juga mengimbau distributor dan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan. Menurutnya, aksi penimbunan memang sering terjadi apalagi menjelang hari-hari besar keagamaan saat ini. Diantaranya, hari raya Nyepi dan ibadah Puasa Ramadhan.

Hal itu, dipicu masyarakat berspekulasi bisa mendapat keuntungan lebih jika terjadi kelangkaan di pasar. “Insya Allah, pasar murah periode kedua akan siap kita lakukan. Nanti, teknisnya akan dikoordinir oleh OPD terkait yakni, Dinas Perdagangan. Prinsipnya, situasi pasar terkait kenaikan harga gula itu terus kami monitor hingga kini,” tegas Sekda NTB itu.

Terkait keberadaan PT SMS di Dompu yang merupakan perusahaan gula, menurut Gita, hal tersebut dirasa bukan menjadi faktor terkait pasokan dari produksi perusahaan tersebut yang belum optimal hingga kini. “Kenaikan harga gula kali ini lebih karena persoalan suplai dan demand. Bukan karena keberadaan PT SMS yang tidak optimal memasok kebutuhan masyarakat. Makanya, sukses atau tidaknya penekanan harga itu tergantung pasar murah yang kita lakukan kedepannya,” tandasnya.

“Kami belajar saat kenaikan harga sembako beberapa waktu lalu. Begitu kita masifkan kegiatan pasar murah, langsung kelihatan harga beras turun seketika itu. Insya Allah, gejala kenaikan harga gula ini sama kayak kondisi kenaikan harga sembako beberapa waktu lalu itu,” sambung Gita Ariadi. RUL.

Leave A Reply