BSK Samawa

Hanya Satu Desa Wisata Mandiri di NTB, Tempatnya di KLU

Inilah salah satu pemandangan di desatinasi wisata.

Mataram, DS-Kendati menjadi program unggulan Pemerintah Provinsi NTB dengan 99 Desa Wisata, ternyata baru satu desa wisata katagori mandiri. Desa wisata itu adalah Senaru di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Dr.I Putu Gede, Selasa (13/2), mengakui secara umum kehadiran desa wisata lebih banyak secara top down, baik dari aspek formal maupun pengelolaannya. Kendati begitu, kata Putu Gede, hal itu mesti dilakukan untuk memberikan daya dorong kepada masyarakat dengan memberikan aturan-aturan yang jelas.

Desa wisata itu sendiri dikatagorikan dalam beberapa tingkatan seperti desa wisata rintisan, berkembang, maju, dan mandiri. Dari maju menuju mandiri perlu melewati beberapa indikator. Karena itu, diperlukan monev yang berkelanjutan untuk mengetahui perkembangan desa wisata tersebut sesuai indikator yang mesti dicapai.
“Indikatornya untuk menuju desa wisata mandiri itu banyak,” kata Putu Gede.

Di NTB baru Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, yang menerima predikat desa wisata mandiri. Hal itu tidak lepas dari peran kepala desa yang secara responsive senantiasa menjaga keberlangsungan desa wisatanya. “Jika ada sesuatu yang ingin dilakukan, pak Kades selalu menghubungi,” katanya.

Desa wisata mesti memiliki potensi daya tarik baik alam, budaya maupun buatan. Selain itu punya komunitas serta SDM lokal yang terlibat dalam pengembangan desa wisata setempat. Persoalannya, menurut Putu Gede, setelah menjadi desa wisata acap kali jalan di tempat karena kurangnya kreatifitas mengimplementasikan program.

Menurut Putu Gede, monev seharusnya tetap dilakukan pemerintah terhadap desa wisata. Jika tidak dilakukan pemerintah, lanjut dia, bisa pula dengan mengundang atau berkoleborasi dengan pihak ketiga agar tercapai keberlanjutan desa wisata itu sebagaimana cita-cita yang ingin diperoleh.

Desa wisata bisa dikatakan berkembang jika terus mendaki ke level di atasnya dari rintisan menjadi berkembang, dari berkembang menjadi maju dan dari maju menjadi mandiri. Kata Putu Gede, masing-masing katagori itu memiliki kriteria tersendiri.

“Karena itu semua pihak mesti berkolaborasi agar desa wisata bisa mencapai tingkatan yang lebih tinggi,” katanya seraya menambahkan bahwa desa wisata yang ingin mandiri selayaknya belajar dari Desa Senaru. ian

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.