Menu

Mode Gelap

Pariwisata · 16 Jun 2022 17:38 WITA ·

Hanya Dua Dewi Lolos ADWI, Ini Kata Pakar Pariwisata NTB


					Dr.Halus Mandala, M.Hum Perbesar

Dr.Halus Mandala, M.Hum

Mataram, DS- Sebanyak dua desa wisata di NTB lolos masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, yaitu Desa Wisata Buwun Sejati Lombok Barat dan Taman Hiburan Rakyat Loang Baloq Kota Mataram. Jumlah ini turun dibandingkan tahun sebelumnya yang berhasil mengutus tiga desa wisata (Dewi).

Menurut Direktur Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, Dr.Halus Mandala, Kamis (16/6), Dewi harus menonjolkan keunikan desanya sebagai magnet bagi para wisatawan. Selama ini banyak Dewi yang mengelola potensi yang sama seperti copy paste sehingga kurang memiliki keunggulan.

Pakar pariwisata NTB ini menilai turunnya jumlah Dewi yang mewakili NTB di ajang ADWI, disebabkan penilaian sudah makin ditingkatkan kualitasnya. “Jika itu yang terjadi maka perlu meningkatkan peran Pemda dalam memberikan pembinaan untuk desa wisata agar Dewi siap bertanding di tingkat nasional,” paparnya.

Mantan pengurus BPPD NTB ini menilai titik lemah Dewi adalah pada aspek pemahaman keberadaan Dewi. Kata dia, hakikat desa wisata dilakukan dari masyarakat, oleh masyarakat dan hasilnya dinikmati masyarakat itu sendiri. “Artinya masyarakat yang menjadi pelaku berkembangnya desa wisata,” ujarnya.

Halus memaparkan beberapa kriteria lomba seperi keunikan atau destinasi yang berbeda, homestay, toilet umum yang harus dikelola dengan baik bersih dan lingkungannya nyaman. Selain itu Dewi perlu memiliki souvenir.

“Desa wisata diharapkan memiliki souvenir dalam meningkatkan pendapatan. Bagaimana kerajinan souvenr bisa dihidupkan di desa.Yang belum terisi banyak diantaranya souvenir dan homestay,” ungkap Halus Mandala.
Hal penting lain berupa penguatan kelembagaan, yakni adanya sinergi antara kades dan lembaga di desa seperti Pokdarwis, BPD, Bumdes dan masyarakat.

“Lomba hanya salah satu cara memotivasi untuk bisa meningkatkan desa wisata menjadi lebih baik. Tetapi yang lebih penting kesadaran dari pegelola desa wisata. Walau tidak ada lomba, seharusnya itu sudah siap dan selalu dilakukan terus menerus karena kita berlomba dengan waktu, yakni menang waktu menang segalanya,” urainya seraya menambahkan bahwa tujuan akhir lomba adalah meningkatkan perekonomian masyarakat. ian

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Embulan Borok, Dewi Anjani yang Terkenal

15 Juni 2022 - 16:20 WITA

PT Angkasa Pura I Siap Layani Mobilitas Penumpang dan Logistik MXGP

8 Juni 2022 - 17:49 WITA

Melihat Penangkaran Rusa Timor di TWA Gunung Tunak

6 Juni 2022 - 18:04 WITA

Wagub NTB Dorong Tambora Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

6 Juni 2022 - 17:56 WITA

Sport Tourism Jalan, Mandalika Terus Menjadi Tuan Rumah Event Otomotif Bergengsi Dunia

13 Mei 2022 - 17:46 WITA

Kadis Yusron Klaim Wisatawan Meningkat ke NTB Selama Libur Lebaran Idul Fitri

10 Mei 2022 - 17:00 WITA

Trending di Pariwisata