Berbagi Berita Merangkai Cerita

Hakikat Qurban adalah Pengorbanan Pribadi untuk Kepentingan Umum

26

Shalat Idul Adha di Masjid Agung Al-Mujahidin, Selong

Selong, DS-Pelaksanaan qurban masih bisa dilaksanakan di masa pandemi covid-19. Hakikat Qurban adalah pengorbanan dari diri pribadi untuk kepentingan umum dan individu kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy selaku khatib pada pelaksanaan shalat Idul Adha Selasa (20/7) di Masjid Agung Al-Mujahidin, Selong.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan menyembelih  hewan qurban sebagai perintah Allah SWT sekaligus tuntunan ajaran Rasulullah SAW, untuk kemudian dibagikan kepada yang berhak menerima. Bupati mengutip hadis Ahmad dan Ibnu Majah yang menyebut setiap helai dari bulu-bulu hewan yang di-qurbankan adalah kebaikan bagi orang yang berqurban.

 Terkait pelaksanaan ibadah qurban pada masa pandemi, disebutkan ada tiga ikhtiar yang harus dilakukan ketika berqurban pada masa pandemi covid-19. Sukiman memaparkan bahwa ikhtiar yang pertama adalah ikhtiar pribadi secara medis, yaitu : istirahat yang cukup, tidak tidur terlalu malam, makan dan minum dengan gizi berimbang, bergerak atau berolahraga di bawah sinar matahari serta mengkonsumsi vitamin yang mendapat menambah kekebalan tubuh.

Ikhtiar kedua yang harus dilakukan adalah pribadi secara theologis, yaitu dengan banyak membaca istighfar untuk membuat hati bersih, jauh dari sifat iri dengki dan hasad, agar dada menjadi lapang, hati ikhlas dan ridho atas takdir Allah SWT, sehingga meningkatkan kualitas tubuh, sabar terhadap ujian Allah SWT dengan selalu berdzikir.

 Ketiga adalah ikhtiar fisik dengan menerapkan protokol kesehatan, mengingat vaksin yang diharapkan saat ini relatif belum mencukupi untuk semua masyarakat kabupaten Lombok Timur. Selanjutnya adalah penggunaan masker, menurut Bupati hakikat penggunaan masker tidak sekadar menutup hidung dan mulut, namun lebih dari itu, agar lebih banyak berdzikir atau untuk mencegah dari perkataan-perkataan yang tidak bermanfaat. Sementara mencuci tangan termasuk bagian ikhtiar ketiga yang harus dilakukan. Hakikat mencuci tangan adalah  bersodaqah dan berdoa kepada Allah SWT. Terakhir adalah menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

Menutup khutbah Idul Adha, Bupati Sukiman berharap, pandemi covid segera berlalu. “Bersama-sama kita pasti bisa mengatasinya, bersama Allah pasti kita bisa mengatasi masalah itu,” ungkap beliau.

Imam pada shalat Idul Adha di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong adalah Tgh. Mahfuz Muhyiddin SQ.hm

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.