Berbagi Berita Merangkai Cerita

Haji Mo dan Novi Jagoan PDIP NTB di Pilkada Sumbawa 2020

0 43

MATARAM, DS –  Pasangan H Mahmud Abdullah atau kerap disapa Haji Mo dan Dewi Noviany resmi diajukan DPD PDIP NTB ke DPP sebagai pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati di kontestasi Pilkada Sumbawa tahun 2020.

Sekretaris DPD PDIP NTB, Lalu Budi Suryata, mengatakan PDI Perjuangan NTB mentok mengusung Haji Mo untuk dipasangkan dengan Dewi Noviany yang tidak lain adalah adik kandung dari Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

“Sesuai hasil rapat DPD PDIP NTB waktu itu, kami tetap mengusung Haji Mo bersama Novi,” ujar Budi menjawab wartawan, Minggu (9/2) kemarin.

Ia mengatakan, pengusungan Haji Mo yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Sumbawa dilakukan lantaran, kader PDIP setempat yang masih menjabat sebagai bupati petahana HM. Husni Djibril menolak untuk disandingkan dengan kader PKS.

Padahal, antara PDIP dan PKS sudah ada kesepakatan untuk berkoalisi bersama di Sumbawa, Kota Mataram dan KSB. “Maka, nama Haji Mo sudah kita ajukan berkasnya ke DPP PDI Perjuangan. Proses SK pengesahan masih berjalan dan dalam proses. Saat ini, tinggal menunggu hasil keputusan DPP,” kata Budi.

Meski demikian, mantan Ketua DPRD Sumbawa itu, menyatakan finalisasi keputusan PDIP adalah kewenangan pihak DPP. Salah satu pertimbangan lahirnya keputusan DPP nanti lanjutnya, yaitu masukan dari DPC dan DPD.

“Itulah makanya kami kemudian DPD PDIP merepresentasikan DPP itu dengan membentuk Desk Pilkada. Nah, nanti pertimbangan DPP yang menjadi pertimbangannya adalah masukan dari DPC dan DPD. Intinya kita tinggal menunggu keputusan final dan keputusan kami mengusung Haji Mo,” jelas Budi.

Terkait kebenaran apakah Haji Mo’ sudah mengantongi kartu tanda anggota PDIP. Budi menyatakan jika Wakil Bupati Sumbawa tersebut, sudah resmi menjadi kader PDIP.

Menurut dia, alasan kuat Haji Mo menjadi kader, lantaran mantan Sekda Sumbawa itu sebenarnya dulu adalah notabene PDIP. “Sekarang beliau sudah kita jadikan kader. Kemudian, sudah mengantongi (KTA PDIP). Jadi beliau DNA nya itu PDI Perjuangan,” ucap Budi.

Ketua Fraksi Bintang Perjuangan Nurani Rakyat (BPNR) DPRD NTB itu menuturkan, dengan dukungan PDIP kepada Haji Mo, PDIP tidak mengusung Bupati Sumbawa saat ini yaitu HM Husni Djibril, karena berbagai pertimbangan, salah satunya mengenai kesehatannya.

Berangkat dari itu, pihak DPD PDI Perjuangan NTB akhirnya mencari alternatif lain yaitu mengusung Haji Mo. Haji Mo sendiri masih kata Budi Suryata, diketahui sosok yang baik dimata partainya.

“Dan kita sudah tahu kapabilitas, kapasitas termasuk integritas beliau. Bagaimana kemudian beliau juga begitu sangat perhatian terhdap partai dan kemudian koordinasi dan komunikasi beliau nyambung baik dengan PDIP,” tandas Lalu Budi.

Sementara itu, H Mahmud Abdullah atau Haji Mo’ yang dikonfirmasi terpisah terkait kebenaran soal KTA juga membenarkan prihal tersebut. Sayangnya, Wabup nampaknya memilih sedikit berbicara, namun ia menegaskan bahwa KTA PDIP telah dikantongi olehnya. Dimana itu juga sekaligus menandakan bahwa Haji Mo kini resmi sebagai kader PDIP.

“Iya benar sudah menerima KTA dari PDIP,” ungkapnya. rul.

Leave A Reply