Berbagi Berita Merangkai Cerita

Hadiri Acara Pernikahan, Ketua DPRD NTB Ingatkan Bupati Bima Patuhi Aturan

0 35

MATARAM, DS – Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaedah mengaku prihatin terkait masih ada saja warga bandel, nekat berkerumun di tempat keramaian bahkan menggelar pernikahan yang dihadiri kepala daerah. Seperti terjadi di Kabupaten Bima yang kini marak di media sosial (Medsos).

Isvie menegaskan, wabah pendemi Covid-19 ini tidak bisa dibuat main-main mengingat sudah banyak yang menjadi korban di berbagai wilayah di Indonesia termasuk di NTB.

“Saya imbau, agar apapun edaran dan imbauan yang dilakukan oleh pemerintah baik itu pusat dan pak Gubernur terkait pelarangan berkerumun itu harus dipatuhi. Termasuk bupati dan masyarakat Bima,” ujar Ketua DPRD NTB menjawab wartawan di ruang kerjanya, Jumat (3/4).

Menurut Isvie, dirinya sangat kenal dengan kepribadian Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri lantaran sama-sama merupakam kader Partai Golkar. Sehingga, ia mengajak semua pihak untuk percaya pada kemampuan sang kepala daerah perempuan pertama di Kabupaten Bima tersebut.

“Saya yakin, Ibu Bupati Bima sangat paham tentang cara melindungi rakyatnya. Kan kita tahu, Bima itu punya budaya sendiri. Makanya, mari kita percayakan ke beliau (Bupati Bima) untuk bisa mematuhi protap Covid-19 ini sambil kita pantau dan ingatkan tentunya secara bersama-sama,” kata Isvie.

Ia memastikan instruksi DPP Partai Golkar sudah jelas, yakni semua kader Golkar harus mematuhi dan menyukseskan program pemerintah terkait penanganan Covid-19 dengan bagaimana anggaran yang ada harus diselaraskan dan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan wabah Pendemi Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

“Bupati Bima adalah kader Golkar maka ia harus bisa dan wajib menangani Corona di Bima. Karena aturan partai sudah jelas mengatur hal itu,” tandas Isvie Rupaedah.

Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang dikonfirmasi terkait masih banyaknya warga di wilayah Bima yang masih berkerumun dan tidak mematuhi aturan terkait larangan berkerumun dalam wabah Covid-19 mengaku akan secepatnya melakukan koordinasi pada bupati setempat.

“Pokoknya berkerumun dalam wabah Covid-19 enggak boleh. Nanti, kita lihat dan cek kebenaranya ke ibu Bupati Bima,” ungkap Zul singkat. RUL.

Leave A Reply