Berbagi Berita Merangkai Cerita

Guru SD di Lombok Timur Terpapar Covid-19, Sekolah Ditutup

170

Dewanto Hadi, Kadis Dikbud Lotim

SELONG, DS – Salah seorang guru SDN 1 Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, terkonfirmasi terpapar Covid-19. Karenanya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur langsung menutup kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah tersebut.

Ditemui Kamis (10/12), Kadis Dikbud Lombok Timur, Dewanto Hadi, menjelaskan rapid test terhadap guru di sek SD 1 Tanjung dilakukan senin kemarin. Hasilnya, tidak ada guru yang dinyatakan reaktif.

“Kita sudah laporkan ke Puskesmas Labuhan Haji. Kemudian sudah ditracking, rapid test semua guru. Tidak ada yang reaktif,” terangnya.

Di hari berikutnya rapid test dilakukan terhadap siswa-siswi kelas 5. Hasilnya cukup mengejutkan, karena adanya 4 orang siswa yang dinyatakan reaktif. Padahal, SD 1 Tanjung termasuk tertib dalam memenuhi standar protokol kesehatan.

Terhadap keempatnya, kemudian diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri. Tentunya dengan pengawasan dari petugas Puskesmas Labuhan Haji.

“Besoknya, siswa kelas 5 kita rapid. Hasilnya empat orang yang reaktif kemudian kita isolasi. Hari itu juga kita keluarkan keputusan sekolah itu ditutup untuk 14 hari,” ungkapnya.

Meskipun demikian, proses simulasi belajar tatap muka di Lombok Timur tetap dilanjutkan. Hal ini sesuai dengan surat edaran bersama empat menteri yang menginstuksikan penutupan sekolah yang terpapar saja.

“Keputusan ini diambil berdasarkan ketentuan surat edaran bersama, hanya sekolah itu yang ditutup. Yang lain tetap berjalan sebagaimana mestinya,” kata dia.

Dengan demikian, di Lombok Timur sudah ada dua sekolah yang ditutup karena adanya siswa ataupun guru yang terpapar Covid-19. Sebelumnya, SD IT Nurul Fikri ditutup karena salah seorang siswanya terkonfirmasi positif Covid-19. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.