Berbagi Berita Merangkai Cerita

GUBERNUR: REPUBLIK INI WARISAN ULAMA

0 16

MATARAM,DS- NKRI merupakan salah satu akad besar (komitmen) dalam kehidupan kita sebagai warga negara dan sebagai manusia nusantara. Demikian juga sebagai umat Islam,Republik ini sesungguhnya adalah warisan ulama.

“Oleh karena itu, tiada kata lain dalam konsep Islam terhadap sesuatu yang baik yang kita warisi dari orang lain, kecuali dengan manjaganya dan marawatnya,” jelas Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, saat menghadiri Do’a Bersama dan Silaturrahmi TNI/Polri, ulama dan masyarakat guna memelihara kebhinekaan serta memperkokoh persatuan dan kesatuan NKRI, di Masjid Baitussalam, Polda NTB, Selasa (23/05/2017).

Gubernur menguraikan di dalam al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 1 disebutkan bahwa Allah memerintah orang-orang beriman untuk menunaikan akad-akad. “Tunaikan itu, penuhilah. Komitmen itulah yang dimaksud akad,” jelasnya di hadapan Kapolda NTB, Brigjen Pol. Firli, M.Si, Danrem 162/WB, Farid Ma’ruf, Danlanal Mataram.

Menurut TGB, akad atau komitmen itu tidak hanya menyangkut akad seorang laki-laki dengan seorang perempuan dalam lembaga pernikahan atau akad antara seorang pembeli dengan seorang penjual dalam suatu transaksi bisnis. Tetapi sebagai warga negara, salah satu yang akad yang utama adalah negara kesatuan Republik Indonesia, dengan pancasila dan UUD 1945 dengan seluruh peraturannya.

“Kalau kita mengaku orang beriman, maka tidak ada kata lain, laksanakan apa yang diperintahkan Allah, yaitu tunaikan akad-akad itu,” ungkap TGB seraya menghimbau semua pihak tidak perlu menunggu sesuatu itu lemah atau rusak baru kemudian dirawat dan dijaga kembali.

Sebelumnya, Kapolda NTB, Brigjen Pol. Firli, M.Si, mengingatkan bangsa ini masih mengalami hal-hal yang dapat mengusik idiologi yang disepakati. “Masih didapati masyarakat yang ingin mengembangkan ideologi baru selain Pancasila,” tegasnya.

Menurutnya, tindakan seperti itu telah melanggar kesepakatan para pahlawan yang memperjuangkan berdirinya NKRI.

Acara tersebut digelar sebagai wadah silaturrahim menjelang bulan puasa. Puasa yang beberapa hari lagi akan tiba, menjadi momentum untuk menguatkan persaudaraan sebagai bangsa. Menurutnya, kita harus bersyukur dapathidup di Indonesia, dengan beragam suku dan agama. “Iniadalahkekuatanbangsa. Dan inibukan keinginan kita, namun kehendakAllahSWT,” pungkasnya.hms/r.rabbah

Leave A Reply