Berbagi Berita Merangkai Cerita

Gubernur Perpanjang Masa Belajar Siswa NTB di Rumah hingga 27 April

0 61

MATARAM, DS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB resmi memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa jenjang sekolah tingkat menengah atas (SMA) dan sederajat hingga 27 April.

Perpanjangan masa belajar mandiri di rumah itu tertuang dalam surat Gubernur NTB Zulkieflimansyah bernomor 1557 tertanggal 9 April 2020 guna menindaklanjuti surat yang dilayangkan Kadis Dikbud NTB bernomor 420/1681.UM/Dikbud tentang Pendampingan dan Pengawasan Siswa/Siswi Belajar di Rumah tanggal 27 Maret 2020 lalu. Hal itu dimaksudkan untuk menyikapi wabah kasus virus corona yang terus meningkat kasusnya di NTB.

“Pelaksanaan PBM di rumah serta pelaksanaan tugas pengawas sekolah, kepala sekolah, kasubbag tata usaha sekolah, guru, dan tenaga kependidikan diperpanjang sampai dengan tanggal 27 April 2020,” ujar Gubernur Zulkieflimansyah dalam siaran tertulisnya yang diterima wartawan, Senin (13/4).

Perpanjangan proses belajar mengajar dari rumah diputuskan Dinas Pendidikan NTB itu lewat Surat Edaran Nomor 420/1901.UM/Dikbud tertanggal 13 April 2020 tentang Perpanjangan Waktu Pelaksanaan PBM di rumah dan Informasi Kegiatan Akademik Tahun Pelajaran 2019/2020.

Gubernur menyatakan waktu perpanjangan tersebut akan terus disesuaikan dengan kondisi penyebaran Covid-19 di NTB. Ia meminta jajaran pengurus sekolah dapat menjalin komunikasi dengan para siswa dan wali siswa untuk selama masa tersebut.

Selain itu, para kepala sekolah di wilayah NTB harus memastikan para guru memberikan layanan belajar mandiri di rumah dengan tidak memberikan layanan yang berbentuk tugas secara kelompok, melainkan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan efisien (tetap di dalam rumah) atau bentuk layanan belajar mandiri lainnya.

“Para kepala sekolah berkewajiban menyampaikan laporan progress belajar mandiri yang dilaksanakan oleh setiap guru. Laporan disampaikan melalui kepala seksi kurikulum SMA, kepala seksi jurikulum SMA, dan Kepala Seksi Kurikulum PK PLK pada Dinas Dikbud Provinsi NTB,” jelas Zul.

Gubernur menuturkan, khusus para orang tua/wali diharuskan memastikan putra/putrinya untuk tidak melakukan kegiatan diluar rumah seperti di pusat olahraga, tempat rekreasi, warung internet, pusat perbelanjaan, pusat permainan, mall, atau tempat berkumpul lainnya.

Tak hanya itu, orang tua agar tidak mengijinkan putra/putrinya melakukan kegiatan yang diikuti banyak orang, seperti perlombaan pertandingan, kegiatan seni budaya, pameran, nyongkolan dan lainnya.

“Selama belajar mandiri di rumah agar para orang tua siswa mengawasi/membimbing putra/putrinya. Dan apabila diperlukan diminta kepada orang tua/wali untuk berkomunikasi dengan para guru/wali kelas untuk menginformasikan perkembangan berlajar mandiri putra/putrinya di rumah,” tandas Zulkieflimansyah. RUL.

Leave A Reply