Berbagi Berita Merangkai Cerita

Gubernur : Pengaduan ‘NTB Care’ akan Disinergikan dengan Pengaduan Ombudsman

0 9

MATARAM, DS – Program aplikasi NTB Care yang disediakan Pemprov NTB sebagai sarana/media untuk menyampaikan pengaduan secara langsung kepada pemerintah daerah terhadap berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungannya bakal dimodifikasi agar lebih baik kedepannya.

Direncanakan, modifikasi program itu akan disinergikan dengan pihak Ombudsman Perwakilan NTB. Hal itu menyusul, keberadaan NTB Care yang dikelola oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB dirasa belum optimal saat ini.

Gubernur Zulkieflimansyah saat bersilaturahmi dengan jajaran Ombudsman Perwakilan NTB mengatakan, sinergi yang diinginkan pihaknya. Yakni, ikut masuknya para tenaga terlatih di Ombudsman NTB membantu mendesain model pengaduan pelayanan publik agar bisa dengan mudah diakses oleh masyarakat.

“Karena kerja Ombudsman itu sunyi tanpa heboh, tapi mereka dipercaya dalam pengaduan masyarakat selama ini, maka bagi saya itu sangat baik bila kita sinergikan dengan program pengaduan yang kita miliki saat ini,” ujar Gubernur menjawab wartawan di kantor Ombudsman Perwakilan NTB, Senin (4/3).

Zul mengaku, kendati program layanan pengaduan masyarakat bertajuk ‘NTB Care’ sejauh ini telah banyak diakses oleh masyarakat. Namun menurutnya, hal tersebut belum optimal melayani seluruh lapisan masyarakat di NTB.

Sebab, kata Gubernur, justru fitur-fitur pengaduan yang disiapkan pada aplikasi NTB Care dirasa masih menyulitkan. “Saya inginnya itu fitur-fitur di NTB Care itu lebih sederhana. yang pasti, karena begitu banyaknya, maka saya sendiri kadang malas membuka handphone untuk mengakses adanya sejumlah pengaduan itu,” tegas Zul.

Oleh karena itu, lantaran Ombudsman memiliki SDM yang memiliki skill, kompetensi berlebih, serta punya idealisme dan berpengalaman selama ini. Tentunya, hal tersebut layak untuk kita maksimalkan guna disenegikan membantu keberlangsungan pelayanan pengaduan di NTB Care yang lebih baik.

“Kalau soal SDM yang selama ini jadi kendala NTB Care, Insya Allah tadi hasil pembicaraan saya dengan Kepala Ombudsman akan dibantu pendampingan. Makanya, saya optimis kendala SDM akan tertutupi, tinggal bagaimana nanti kita siapkan penganggarannya yang jauh lebih baik dari saat ini,” jelas Gubernur.

Dalam kesempatan itu. Zul menceritakan, telah pula menyampaikan hasil pembicaraanya dengan dengan salah satu komisioner Ombudsman RI, Laode Ida yang tidak lain merupakan sahabat lamanya pada Kepala Perwakilan Ombudsman NTB Adhar Hakim.

Menurut Zul, pesan Ombudsman RI agar pemda NTB memikirkan keberlangsungan kantor Ombudsman Perwakilan NTB agar tidak ngontrak dan selanjutnya memiliki kantor permanen, dipastikan akan disikapi Zul dalam waktu dekat ini.

“Selepas pertemuan ini, saya lagi upayakan cari solusi agar bagaimana Ombudsman NTB memiliki kantor permanen. Termasuk, bagaimana kita bantu sosialisasi pada masyarakat terkait bagaimana membantu Ombudsman agar dikenal publik lebih luas, karena memang perannya sangat penting sebagai tempat mengadu jika saluran buntu di pemerintahan,” tandas Gubernur.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, Tribudi Prayitno mengatakan, masyarakat NTB kini bisa menyampaikan segala macam keluhan dan aspirasinya melalui laman pengaduan sistem layanan informasi online yang bisa diakses melalui situs www.care.ntbprov.go.id.

Aplikasi “NTB Care” pada 16 Oktober 2018 sampai 12 Februari 2019, tercatat sudah ada 286 aduan masyarakat. “Dari jumlah 286 aduan tersebut sebanyak 237 aduan disetujui. Sebanyak 26 aduan masih diproses, 21 aduan ditolak serta 163 aduan sudah selesai atau 56,99 persen,” ujar Tribudi.

Aplikasi NTB Care yang disediakan oleh Pemprov NTB itu, kata dia, sebagai sarana/media untuk menyampaikan pengaduan secara langsung kepada pemerintah daerah terhadap berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungannya. Beragam pengaduan dari masyarakat tersebut dapat disampaikan melalui aplikasi NTB Care berbasis android. RUL.

Leave A Reply