Berbagi Berita Merangkai Cerita

Gubernur NTB Serahkan 100 Paket Sembako untuk Korban PHK

25

Paket sembako Gubernur NTB untuk korban PHK

MATARAM, DS – Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyerahkan penyaluran bantuan secara simbolis untuk warga terdampak pandemi Covid-19. Bantuan berupa sembako diserahkan kepada perwakilan warga di kediaman Gede Wenten di Lingkungan Pamotan, Kelurahan Mayura, Kecataman Cakranegara, Kota Mataram.

Terlaksananya kegiatan pemberian bantuan sebanyak 100 paket itu merupakan kerjasama Dinas Sosial NTB dengam tokoh umat Hindu Pamotan Gede Wenten guna membantu meringankan beban masyarakat terdampak pandemi virus bermula di Wuhan, China ini.

Gubernur Zul memastikan bahwa pemberian bantuan paket sembako berupa beras, minyak,  susu kaleng, gula pasir, abon ikan dan kopi ini akan terus dilakukan pihaknya.  Sebab, hampir semua lini kehidupan masyarakat di wilayah NTB, terdampak adanya pandemi Covid-19.

“Saya sengaja mengutus Kepala Dinas Sosial untuk mengurusi bantuan bagi masyarakat, karena beliau punya kemampuan. Makanya, Pak AKA (Ahsanul Khalik) saya perankan untuk atasi masalah yang memang sebelumnya tidak bisa terselesaikan. Begitupun pak Kadis Kominfotik NTB. Kedua orang ini adalah sosok pejabat yang siap melayani masyarakat selama 24 jam,” ujar Gubernur dalam sambutannya, Minggu petang (14/6).

Bang Zul mengaku, esensi kehidupan manusia terlihat dari semangat produktifitasnya. Itu menyusul, banyak masyarakat yang justru meninggal di usia 30 tahun, namun dikuburkan seperti usia 60 tahun.

“Itu adalah perempuan bagi manusia yang meninggal karena tidak ada produktifitasnya. Jadi, jika kita ingin punya produktufitas maka harus terus semangat untuk terus berinteraksi jangan hanya diam saja menerima apa yang sudah kita peroleh,” kata Gubernur.

“Jadi, salah satu sosok yang punya produktifitas tinggi meski usianya tidak muda adalah Pak Wenten. Itu karena istri beliau sangat menyuport ruang geraknya untuk mengabdi pada masyarakat,” sambung Zul mengibaratkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial NTB H. Ahsanul Khalik mengatakan, pemberian bantuan paket sembako sebanyak 100 paket itu adalah upaya Pemprov NTB dalam mengintervensi kondisi masyarakat terdampak Covid-19 di NTB. Apalagi, Kota Mataram merupakan satu-satunya wilayah di NTB yang paling menjadi perhatian serius. Lantaran, terdampak paling parah.

“Khusus di wilayah Pamotan ini, rata-rata masyarakatnya terdampak Covid-19. Disini ini, ada ribuan karyawan hotel dan pertokoan yang dirumahkan karena lokasi mereka sudah tidak beroperasi lagi,” kata Ahsanul.

Mantan Kalak BPBD NTB itu menuturkan, paket bantuan masyarakat terdampak Covid-19 ini memiliki kreteria diberikan. Diantaranya, para pekerja yang terkena PHK, masyarakat miskin yang belum terkover bantuan pusat dan daerah.
Selanjutnya, para lansia, dan difabel.

“Bantuan ini juga menyasar pada masyarakat luar daerah yang tidak bisa pulang ke kampung halamannya. Jadi, bantuan ini sifatnya insedentil. Dan di Kecamatan Cakranegara banyak masyarakat menjadi korban PHK,” jelas Ahsanul.

Terkait alokasi bantuan terdampak Covid-19. Ia menuturkan, hingga kini, sudah banyak yang meminta bantuan tersebut. Namun lantaran Mataram sangat banyak persoalan kaitan dengan Covid-19, maka intervensi dari Provinsi dilakukan agar tidak ada masalah ikutan lainnya.

“Tapi, karena jumlahnya enggak banyak, maka kita pilah sesuai kretaria yang ada. Makanya, Kota Mataram kita banyak sasar karena akan berimplikaai pada masalah ikutan lainnnya. Yakni, ekonomi, sosial dan lainnya,” tandas Ahsanul Khalik.

Sebelumnya, Tokoh Pamotan, Kecamatan Cakranegara, Gede Wenten menambahkan, sebanyak 100 orang penerima bantuan kali ini adalah mereka yang tidak memperoleh bantuan dari pemerintah pusat, Pemprov dan Pemda kabupaten/kota.

“Dari para penerima ini ada yang datang ke saya karena sudah tidak bisa bekerja karena hotel mereka tutup. Makanya, saya berterima kasih atas respon pak Gubernur yang bersedia datang menyerahkan bantuan kali ini,” pungkasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.