Menu

Mode Gelap

Religi · 4 Mei 2018 19:36 WITA ·

GUBERNUR NTB : HADAPI REVOLUSI INDUSTRI DENGAN SPIRITUALITAS DAN OPTIMISME


					TGB usai memberi kuliah umum dengan tema “Daya Saing Bangsa di Era Revolusi Industry 4.0, di Universitas Serang Raya, Kota Serang, Banten Perbesar

TGB usai memberi kuliah umum dengan tema “Daya Saing Bangsa di Era Revolusi Industry 4.0, di Universitas Serang Raya, Kota Serang, Banten

BANTEN,DS-Spiritualitas dan optimisme merupakan modal dasar yang harus ada dalam diri setiap anak bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan zaman, termasuk revolusi industri. Spiritualitas adalah karakter dari manusia nusantara.

“Spiritualitas ini sama dengan religiusitas, yang berarti dalam diri tiap-tiap manusia, terdapat kesadaran bahwa dirinya adalah mahluk Allah dan bahwa kekuatan utama dalam melaksanakan semua transformasi sosial adalah kekuatan dari allah SWT. Spiritualitas yang terbangun dan selalu terjaga ini, kemudian akan memunculkan rasa optimisme,” papar Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH.M. Zainul Majdi, saat menyampaikan kuliah umum dengan tema “Daya Saing Bangsa di Era Revolusi Industry 4.0, di Universitas Serang Raya, Kota Serang, Banten, Jumat (4/5/2018) pagi.

Di hadapan seluruh civitas akademika Unsera Banten, Gubernur Tuan Guru Bajang (TGB) mengungkapkan kesadaran akan pentingnya spiritualitas dalam membangun sebuah peradaban telah ada pada diri para pendiri bangsa. Hal itu tercermin saat perumusan Pancasila, saat Ketuhanan Yang Maha Esa diletakkan dalam sila yang pertama. Jika ingin membangun Indonesia lanjutnya, maka harus dibangun dulu spiritualnya. Dengan keyakinan dan menyerahkan semuanya kepada yang Maha Kuasa, TGB yakin akan memunculkan sikap optimis bahwa kita mampu menghadapi kehidupan dan perubahan apapun itu.

Di samping kedua unsur tersebut, hal lain yang harus disiapkan agar dapat survive pada era revolusi industri adalah kesiapan dan kemampuan membangun jejaring seluas-luasnya, termasuk upaya menciptakan tradisi kerja bersama. Demikian juga kemampuan dalam memahami data, teknologi dan kemampuan membangun hubungan sosial yang baik, yang disebutnya sebagai literasi kolektif.

“Kalau kita punya literasi yang memadai maka kita akan paham terhadap apa yang terjadi di sekitar kita, termasuk paham akan perubahan sosial dan perkembangan ekonomi dunia,” jelas TGB.

Maka dari itu, demi menyongsong revolusi industri yang sudah ada di depan mata, kita sebagai anak bangsa, kata Gubernur, juga harus memiliki sikap-sikap baik seperti kedisiplinan, jujur, dan berintegritas. Sikap-sikap dan karakter baik itulah yang diyakininya bisa menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berperan aktif dalam era ini.

”Jika kita punya ilmu yang banyak, kesiapan mental yang kuat, maka kita akan biSa bertahan dalam era revolusi indiustri ini,” tegasnya.hm

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Islamic Center Masih jadi Pesona Pelaksanaan Shalat Ied

2 Mei 2022 - 17:53 WITA

Dua Tahun Tanpa Pawai Takbiran, Masyarakat Kota Mataram Meluber GemakanTakbir, Ini Pesan Gubernur NTB

2 Mei 2022 - 00:16 WITA

Ajang MTQ Nasional TNI AD 2022, Duta Kodam Udayana Raih Juara Harapan 1

24 April 2022 - 00:08 WITA

BAZNAS NTB buka Pelayanan Zakat di Ramadhan Festival

18 April 2022 - 18:09 WITA

Jajaran Korem 162/WB Berbagi Takjil selama Ramadhan

17 April 2022 - 18:13 WITA

Gubernur NTB Bikin Kaget AHY dan Masyarakat Kota Bima, Ini yang Terjadi

15 April 2022 - 23:24 WITA

Trending di Religi