Berbagi Berita Merangkai Cerita

Gubernur Minta Warga Karang Taliwang-Monjok Hidup Damai

0 70

MATARAM, DS – Konflik  panjang antara Lingkungan Karang Taliwang dan Lingkungan Monjok Culik di Kelurahan Monjok Kecamatan Selaparang Kota Mataram, yang  selesai pada Minggu (28/1) lalu, disambut hangat Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi.

          Menurut TGB, semangat persaudaraan dan perdamaian yang kini sudah mulai tercipta agar  terus digelorakan. Lantaran,  hidup damai dengan menjauhkan diri dari perselisihan, maka akan menumbuhkan keberkahan bagi masyarakat.

“Yang paling mahal dalam hidup itu adalah kita bermasyarakat dengan menjaga persaudaraan,” ujar Gubernur dihadapan ratusan jamaah sholat Dzuhur, di Masjid Qubbatul Islam, Kelurahan Karang Taliwang, Selasa (30/1).

          TGB menegaskan arti yang paling mendasar dari Islam adalah kedamaian dan ketenangan. Maka hidup damai, menurut kepala daerah dua periode tersebut, merupakan bentuk nyata bagaimana umat islam mampu menunaikan keimanan dan ketaqwaannya  pada Allah SWT. “Kalau kita tidak paham bahwa Islam itu  membawa perdamaian, keselamatan, maka shalat juga kitapun tidak maksimal,” tegasnya.

TGB mengatakan, adanya kesepakatan yang telah ditandatangani oleh para tokoh agama dan masyarakat di Lingkungan Karang Taliwang dan Lingkungan Monjok Culik, sebaiknya agar terus dijaga. Sebab, perjanjian itu tidak hanya disaksikan oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, atau pihak keamanan. Namun, yang lebih besar adalah disaksikan oleh Allah SWT.

“Sekarang, mari kita lihat kedepan. Ini kampung para ulama, para pejuang Islam. Maka, warisan yang baik dari para ulama kita terdahulu, agar dijaga. Arahkan masa depan anak-anak kita ke hal hal yang baik dan berkah” jelas Gubernur.

Ketua Organisasi Internasional Alumni AL-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia menambahkan, dirinya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, aparat keamanan dari TNI dan Polri yang telah berupaya maksimal menjaga keamanan daerah dan masyarakat. “Kalau daerah kita aman, maka kita rezki yang melimpah akan tercurah dan daerah kita akan maju,” tandas Zainul Majdi.

Diketahui, konflik yang panjang antara Lingkungan Karang Taliwang dan Lingkungan Monjok Culik di Kelurahan Monjok Kecamatan Selaparang Kota Mataram, akhirnya disudahi. Komitmen untuk mengakhiri konflik tersebut dibuktikan warga Karang Taliwang dengan menyerahkan senjata pada polisi, Minggu (28/1) lalu.

Penyerahan senjata rakitan maupun senjata tajam dilakukan di halaman Kantor Lurah Karang Taliwang Jalan Ade Irma Suryani. Sebanyak 423 anak panah diserahkan. Warga Karang Taliwang juga menyerahkan 20 senjata rakitan, 39 katapel, dua busur, satu sumpit, satu tombak, satu tongkat besi, satu parang dan 35 kelereng. fahrul

Leave A Reply