Berbagi Berita Merangkai Cerita

Gubernur Minta Pendeta Zaman Now Harus Bisa Lukiskan Keindahan Indonesia  

0 6

MATARAM, DS – Para pendeta yang tergabung dalam Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) diharapkan dapat melukis keindahan Indonesia, khususnya Pulau Lombok dengan mengunjungi sejumlah distinasi unggulan pariwisata NTB.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat menghadiri  pembukaan Sidang MPL-PGI tahun 2020 mengatakan, tugas pendeta di era sekarang ini (zaman now) adalah bagaimana mampu mengenalkan keindahan Indonesia pada umatnya.

Menurut Zul, keindahan Indonesia tidak bisa dilukiskan dengan hanya duduk diam didalam ruangan semata. Namun perlu keindahan obyek wisata tersebut dikunjungi serta dinikmati.

“Jadi, tugas para pendeta di zaman sekarang adalah datang mengunjungi lautan, melihat keindahan eksotisme alam, kemudian mendistribusikan harapan yang indah kepada seluruh umat dan masyarakat kita di Indonesia. Itu sara saya,” ujar Gubernur dalam sambutannya saat membuka kegiatan sidang MPL-PGI tahun 2020 di Hotel Aruna Senggigi, Senin (3/2) malam.

Ia mengatensi pihak pengurus PGI yang telah mempercayakan provinsi NTB sebagai tuan rumah pada acara Sidang MPL-PGI tahun ini. Kata Zul, keindahan alam yang dimiliki oleh NTB telah memukau semua orang yang pernah berkunjung ke provinsi ini. “Datang ke NTB tidak lengkap jika tidak menikmati indahnya alam di NTB. Atas nama pemda NTB, saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada NTB untuk menjadi host dalam acara ini,” kata Gubernur.

Sementara itu, Ketua PGI, Pdt. Dr. Bambang Widjaja mengucapkan terimakasih kepada pemprov atas keramahtamahan yang diberikan pada peserta Sidang ini. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Gubernur dan Forkopimda atas sambutannya bagi kami para peserta MPL-PGI di Pulau yang dikenal dengan julukan pulau seribu masjid ini,” kata Pdt. Bambang.

Ia mengungkapkan bahwa sidang ini akan menegaskan tentang kesatuan dalam keragaman. Melalui sidang ini, bahwa perbedaan suku, ras, budaya dan perbedaan agama tidak boleh menjadi pemisah sebagai sesama anak bangsa.

Acara pembukaan Sidang MPL-PGI yang bertemakan ‘Bersama Seluruh Warga Bangsa, Gereja, Memperkokoh NKRI yang Demokratis, Adil, dan Sejahtera Bagi Semua Ciptaan Barlandaskan Pancasila dan UUD1945’ ditandai dengan pemukulan gendang beleq.  Selain itu, pada acara tersebut juga ditampilkan kesenian tarian kontemporer medley nusantara, yaitu tarian-tarian dari berbagai macam daerah, mulai dari tarian Bali, Betawi, Aceh, Papua dan lain-lain. Hal ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi dalam melestarikan budaya Indonesia. RUL

Leave A Reply