Berbagi Berita Merangkai Cerita

Gubernur Minta Bupati Penuhi Kesiapan Logistik

0 9

MATARAM, DS – Pemda 10 kabupaten/kota di NTB diminta melakukan konsolidasi bersama masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespons potensi gangguan alam akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Instruksi berupa imbauan itu dikeluarkan Gubernur NTB Zulkieflimansyah menanggapi cuaca ekstrim yang melanda wilayah NTB sejak akhir Desember 2019 dan berlanjut hingga awal tahun 2020 ini.

Dalam surat bernomor 360/05/BPBD.NTB/I/2020 tertanggal 2 Januari 2020 yang ditujukan pada bupati/walikota itu. Gubernur juga meminta para sekda kabupaten/kota selaku kepala BPBD kabupaten/kota agar melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk TNI/Polri, dalam menentukan langkah-langkah antisipasi menghadapi ancaman berbagai jenis bencana yang terjadi dan sekaligus menjadi komando tanggap darurat.

“Bencana alam dapat menimbulkan kerugian masyarakat. Sehingga, perlu dilakukan antisipasi dan kesiapsiagaan,” tegas Gubernur dalam siaran tertulisnya yang diterima wartawan, Jumat (10/1).

Gubernur menegaskan, pemda kabupaten/kota harus mempersiapkan segala macam kebutuhan menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja, seperti saat cuaca yang tidak menentu sekarang ini.

Selain itu, penyiapan cadangan logistik, peralatan, sandang, dan obat-obatan untuk kebutuhan darurat korban bencana juga harus mulai dilakukan. “Tapi tetap harapanya saya, bencana-bencana yang melanda Provinsi NTB tidak ada kedepannya. Sehingga, perjalanan menuju NTB Gemilang dapat dilalui dengan mulus, tegas Zul.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara Internasional Lombok (BIL) juga sudah memberikan informasi peringatan dini cuaca di wilayah NTB mulai 9 hingga 11 Januari 2020.

Dalam imbauan yang diterima wartawan, BMKG meminta masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana, seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, dan kilat atau petir.

BMKG juga meminta operator jasa angkutan laut, nelayan, wisata bahari, dan masuarakat yang beraktivitas di pesisir pantai untum mewaspadai potensi gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai dua meter lebih di Selat Lombok, Selat Alas, perairan utara Sumbawa, Selat Sape, dan Samudra Hindia selatan NTB. RUL.

Leave A Reply