Berbagi Berita Merangkai Cerita

Gili Dewa, Pantai Indah Mitosnya Sumbawa

0 49

SUMBAWA,DS-Jika di Bali mengenal istilah Nusa untuk menyebut pulau-pulau kecil, maka di Lombok dan Sumbawa pulau-pulau mini dikenal dengan sebutan Gili. Sebagai contoh di Bali dikenal Nusa Lembongan, Nusa Penida dan Nusa Ceningan, sedangkan Lombok ada Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Kawasan timur pulau Lombok, yaitu Sumbawa juga punya banyak gili cantik yang tidak berpenghuni. Salah satunya, Gili Dewa di Kecamatan Terano, Kabupaten Sumbawa.

Selama ini, masyarakat hanya mengenal Pulau Moyo jika menyebut Sumbawa. Namun jangan salah, jika ada surga mungil lainnya di belahan Timur paling ujung Kabupaten Sumbawa, yakni Gili Dewa. Memang jika menyebut pulau kecil yang terletak sekitar 110 kilometer ke arah timur Kota Sumbawa besar atau perbatasan kabupaten sumbawa dengan kabupaten Dompu di Pulau Sumbawa jelas terasa asing.
Namun jangan salah jika kini pulau kecil di Pantai Jamplung, menjadi salah satu destinasi wisata lokal yang telah dikenal masyarakat dua kecamatan di Sumbawa, yakni Empang dan Terano. Apalagi, keunggulan Gili Dewa terkait banyaknya Goa-Goa di seputaran pantai.
“Masyarakat setempat menyebutnya Goa Jepang, karena konon waktu dahulu saat masa penjajahan digunakan oleh tentara Jepang sebagai lokasi persembunyian,” ungkap Tokoh Masyarakat Sumbawa, Johan Rosihan menjawab wartawan, Jumat (30/6).
Anggota DPRD NTB itu mengatakan, meski sudah banyak dikenal warga dua kecamatan, serta saat musim liburan Lebaran Idul Fitri kali ini, banyak dikunjungi wisatawan. Namun, hingga kini, penataan akses masuk hingga menuju distinasi tersebut belum dilakukan dengan baik.
“Memang wisatawan ramai kesitu saat musim liburan, tapisentuhan penataan destinasi yang layak dari pemerintah daerah, masih jauh dari harapan,” kata Johan.
Menurutnya, saat ini Kepala Desa yang baru saja terpilih,mencoba membuka kembali kawasan ini setelah puluhan tahunlamanya ditutup guna digunakan untuk penangkaran Ubur-Ubur.
“Dulu waktu saya masih kecil sampai akhir tahun 90-an, kawasan ini masih menjadi lokasi andalan masyarakat di duakecamatan untuk menghabiskan waktu berliburan bersama keluarga,” ujar Johan.
Politisi PKS itu menyebutkan, jika di Gili Dewa banyak cerita rakyat hingga mitos yang dipercayai warga sekitar. Johan menyebutkan, diantaranya di lokasi itu menjadi tempat favorit persemedian baik saat jayanya kerajaan Hindu di Sumbawa maupun dalam masa asimilasi masuknya Islam di tanah Samawa.
Oleh karena itu, baru-baru ini, beberapa aktivis budayamenyempatkan menggelar kegiatan kemah budaya lintas keyakinan di lokalisi tersebut. “Di Gili Dewa masih terdapat beberapa artefakmasa kuno, berupa batu-batu dengan berbagai bentuk yang menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, oleh warga sekitar lokasi ini masih dirasa sakral, sehingga setiap orang yang berkunjung harus mengikuti aturan dan harus dipandu para guide lokal,” tandas Johan Rosihan.fahrul

Leave A Reply