Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Gerindra Buka Pintu Usung Calon Diluar Kader di Pilkada NTB 2020

0 7

DPD Partai Gerindra menggelar Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) di Astoria Hotel Minggu (15/12). Rakerdasus tersebut sebagai bentuk konsolidasi Partai Gerindra NTB untuk memenangkan Pilkada NTB 2020 mendatang. Tercatat, sebanyak 110 peserta baik dari anggota DPR RI, DPRD kabupaten/kota hingga pengurus Cabang Partai Gerindra hadir dalam Rakerdasus kali ini.

FAHRUL MUSTOFA – MATARAM

Terlihat juga sejumlah tokoh Partai Gerindra seperti Dewan Pembina dan anggota Badan Seleksi Organisasi (BSO), Mayjen TNI (Purn) Amir Tohar yang mewakili DPP Partai Gerindra, Ketua Badan Pengawas dan Disiplin Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK), Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H Ridwan Hidayat, Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Usman Ahim, Mori Hanafi dan sejumlah Dewan Pimpinan Daerah/Cabang .

Ridwan Hidayat dalam sambutannya mengatakan, Rakerdasus ini sebagai bentuk konsolidasi partai Gerindra guna memenangkan pesta politik di tahun 2020. Kata dia, pada Februari 2020 mendatang seluruh struktur Partai Gerindra NTB hingga tingkat ranting akan rampung.

“Segera pada bulan Februari mendatang membentuk struktur partai sampai ke tingkat anak ranting. Hampir semua PAC (pengurus anak cabang) se NTB sudah terbentuk,” ujar Ridwan menjawab wartawan.

Ridwan berharap sistem tata kelola Partai Gerindra NTB dapat menjadi contoh yang baik. “Semua akan terdata, sistem tata kelola partai bisa menjadi contoh pada masa akan datang, bila perlu contoh di tingkat nasional,” kata dia.

Sementara HBK yang memberikan sambutan kedua, mengevaluasi tata kelola partai, di mana masih ada kelemahan di tingkat saksi saat perhelatan Pemilu. “Masih banyak kekurangan dan kelemahan yang kita miliki dan Alhamdulillah kita mulai tata. Yang paling lemah ada di saksi, kalau struktur masih berjalan baik. Kita terus perbaiki dan sempurnakan,” jelasnya.

Kendati demikian. Menurut HBK, merasa bangga akan solid dan kompaknya fraksi Partai Gerindra di DPRD Kabupaten/Kota di NTB. Menurutnya, Fraksi Gerindra selalu menunjukkan kekompakan.

“Fraksi Partai Gerindra di NTB adalah fraksi paling solid, kokoh dan tidak pernah terdengar bentrok atau selisih paham. Kalaupun ada dapat segera dimediasi. Saya sangat apresiasi itu,” ungkapnya.

Usung Diluar Kader
HBK mengatakan terbuka peluang bagi calon di luar partai Gerindra untuk diusung maju dalam Pilkada NTB 2020. “Rasanya sangat naif jika kita tidak mampu mendorong kader kita dalam Pilkada 2020. Kalau belum memungkinkan karena persoalan mau dan mampu maka kita mencari kader lain di luar Gerindra,” ujarnya.

Namun, calon luar partai yang diusung Gerindra harus membuktikan komitmennya dalam memajukan partai Gerindra. “Memiliki komitmen untuk membesarkan dan membawa pengabdian dengan Gerindra jika ada kader yang di-DNA-kan,” katanya.

Setali tiga uang dengan HBK, Mayjen TNI (Purn) Amir Tohar juga mengatakan calon di luar Gerindra harus mampu tunjukkan komitmen untuk sukseskan partai. “Ada calon mau tapi tidak mampu, ada yang mampu tapi tidak mau, sehingga mungkin ada calon dari luar dan punya kemampuan. Tapi harus ada komitmen yang kuat dari calon tersebut,” ungkapnya.

Sementara, Ketua DPD Partai Gerindra NTB , H Ridwan Hidayat, mengatakan, partai Gerindra telah membentuk desk Pilkada yang berfungsi untuk melakukan penjaringan dan penyaringan terhadap calon, baik calon internal maupun calon luar partai. “Dalam Pilkada, Gerindra punya sistem membentuk desk Pilkada, tugasnya melakukan penjaringan dan penyaringan. Baru akan masuk ke DPD untuk diskusikan,” ungkapnya.

Anak Ranting dari Milenial
HBK yang juga Anggota DPR RI terpilih dan duduk di Komisi I mengatakan perlu dihadirkan milenial atau anak muda yang paham gadget untuk duduk di anak ranting partai Gerindra. Milenial, katanya, memiliki semangat muda yang energik dan mampu menguasai teknologi masa kini.

“Saya minta anak ranting kaum milenial yang paham gadget, untuk lima orang anak ranting kaum milenial yang hidupnya akrab dengan gadget,” katanya.

Milenial yang paham gadget dan teknologi dapat bermanfaat besar saat perhelatan Pemilukada, Pileg hingga Pilpres ke depan, karena tidak hanya dapat menguasai teknologi dan teknik menarik dukungan masyarakat, milenial juga dapat bermanfaat di kegiatan di tempat pemungutan suara (TPS).

“Karena struktur (milenial) ini akan menjadi ujung tombak dari pembentukan saksi yang akan berkegiatan di TPS baik dalam Pemilukada, Pileg hingga Pilpres, supaya agenda Partai Gerindra di Pilpres 2024 mampu memberikan sokongan besar,” jelasnya.

Mayjen TNI (Purn) Amir Tohar, yang juga membuka Rakerdasus tersebut, mengatakan anak ranting sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan pemilu ke depan. Seperti HBK, dia mengatakan anak ranting dapat memperkuat saksi di TPS.

“Ranting sangat menentukan saat Pilkada karena di situlah kita siapkan saksi dalam menghadapi permainan Pilkada. Saya kagum dengan Pileg dan Pilpres di NTB, ini contoh NTB sangat solid. Buktinya kita berhasil,” tandasnya. (**).

Leave A Reply