Berbagi Berita Merangkai Cerita

Generasi Cerdas dan Berakhlaq Mulia Mulai Tumbuh

0 16

MATARAM, DS – Hafalan Alquran 30 Juz yang kini telah dilakukan oleh sebanyak 233 santri diharapkan mampu mengubah para santri menjadi pribadi yang lebih dalam rangka memiliki pemahaman ilmu dunia dan  agama yang seimbang.

Wakil Gubernur H. Muhamad Amin MSi saat menghadiri sidang terbuka wisuda ke-3, Tahfidz Quran, Yayasan Pondok Pesantren Nurul Quran, di Ponpes Nurul Quran, Desa Mertak Tombok, Praya, Lombok Tengah, Rabu, (24/1), mengatakan kegiatan hafalan Alquran bagi para siswa akan mampu menciptakan mereka menjadi generasi cerdas dan berakhlaq mulia.

“Yang terpenting dalam membaca Alquran adalah mengerti,  memahami, serta mengamalkan isi dan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari, dalam tataran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujar Wagub.

Amin mengapresiasi langkah Pemkab Loteng yang mampu bersinersi dengan seluruh masyarakat atas tetap eksisnya berbagai program belajar mengajar di ponpes ini. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian salah satu prestasi di bidang sumberdaya manusia (SDM) di NTB. Tentunya, selain kemajuan di berbagai bidang pembangunan, seperti pertumbuhan di bidang industri pariwisata sebesar 22 persen, kemudian dari sektor pertanian yang telah berhasil membuka lapangan pekerjaan sebesar 42 persen dan berbagai kemajuan infrastruktur yang dapat kita rasakan bersama manfaatnya.

“Kita perlu sambut baik kedatangan tamu-tamu asing ke NTB, namun nilai-nilai budaya, agama serta tradisi kita, harus tetap dipertahankan dan tetap menjadi filter bagi tamu-tamu asing yang datang ke NTB,” kata Wagub.

Ia berharap budaya asing yang masuk ke NTB agar tidak ditiru. “Kita harus tetap mempertahankan budaya ketimuran kita.  Adanya, Ponpes Nurul Quran ini, akan lebih memudahkan kita dalam mencapai hal tersebut,” tandas Muhamad Amin.

Terpisah, Ketua Yayasan Ponpes Nurul Qur’an yang juga Wakil Bupati Lombok Tengah, HL. Fathul Bahri, S.IP, mengatakan  ratusan santrinya  kini mampu menghafal 30 Juz Alquran itu hanya memerlukan waktu selama setahun. Untuk itu, ia berharap, kedepan adanya suport dan dukungan yang lebih besar dari pemerintah.

“Bantuan ini penting, agar berbagai proses belajar mengajar di ponpes, khususnya dalam menghafal Alquran dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya. fahrul

Leave A Reply