Menu

Mode Gelap

Lingkungan Hidup · 25 Jan 2022 18:31 WITA ·

Gempa Subuh di Lombok Dirasakan Hingga ke Bali


					Gempa Subuh di Lombok Dirasakan Hingga ke Bali Perbesar

FOTO. Sejumlah warga yang tengah melaksanakan shalat Subuh di salah satu masjid di KLU, berhamburan keluar masjid, lantaran getaran goncangan gempa dirasakan sangat keras. (FOTO. RUL)

MATARAM, DS – Gempa bumi magnitudo 4,6 mengguncang Pulau Lombok pada pukul 05.14.14 WITA atau saat Subuh, Selasa (25/1). Gempa tersebut dipicu adanya aktivitas sesar aktif di darat. Goncangannya dirasakan sebagian Pulau Lombok hingga Pulau Bali.

Pelaksana Harian Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Eka Sri Sulistianingsih membenarkan hal itu. Menurut dia, pada pukul 05.14.14 WITA, Wilayah Mataram dan Lombok Barat diguncang gempa bumi tektonik.

“Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=4,6. Episenter terletak pada koordinat 8,78° LS; 116,14° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 10 km Tenggara Lombok Barat, NTB pada kedalaman 10 km,” ujar Eka dalam siaran tertulisnya.

Ia mendaku, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di darat. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukan bahwa gempabumi memiliki mekanisme geser (strike-slip),” ucap Sri.

Ia menyatakan, berdasarkan laporan masyarakat , dampak goyangan gempa tersebut, dirasakan di wilayah Mataram, Lombok Barat IV MMI. Yaitu gempa dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

“Gempa juga terasa di Denpasar, Badung, Karangasem, Padangbai, Gianyar, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, III MMI. Yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” jelas Sri.

Hingga saat ini, lanjut Sri, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Bahkan, dari hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

“Hingga hari Selasa, 25 Januari 2022 pukul 05.47 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” ucap dia.

Sri mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, masyarakat diharapkan agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” tandas Eka Sri Sulistianingsih menjelaskan. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tekad NTB Menuju Nol Emisi Karbon Tahun 2050

26 Agustus 2022 - 19:33 WITA

Sampah Rinjani jadi Isu Penting, Ini Jawaban Wagub NTB

14 Agustus 2022 - 21:55 WITA

Ini Peristiwa Penting 10 Muharram

5 Agustus 2022 - 18:05 WITA

Selamatkan Lingkungan Dimulai dari Rumah

8 Juni 2022 - 17:56 WITA

Sambut Hari Lingkungan Hidup, Bandara Lombok Gandeng Pemprov Bersih-bersih

4 Juni 2022 - 18:07 WITA

Cegah Abrasi Laut Sambelia, 10.000 Bibit Mangrove di Gili Petagan Mulai Berkembang

25 Mei 2022 - 17:55 WITA

Trending di Lingkungan Hidup