BSK Samawa

Gempa Subuh di Lombok Dirasakan Hingga ke Bali

FOTO. Sejumlah warga yang tengah melaksanakan shalat Subuh di salah satu masjid di KLU, berhamburan keluar masjid, lantaran getaran goncangan gempa dirasakan sangat keras. (FOTO. RUL)

MATARAM, DS – Gempa bumi magnitudo 4,6 mengguncang Pulau Lombok pada pukul 05.14.14 WITA atau saat Subuh, Selasa (25/1). Gempa tersebut dipicu adanya aktivitas sesar aktif di darat. Goncangannya dirasakan sebagian Pulau Lombok hingga Pulau Bali.

Pelaksana Harian Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Eka Sri Sulistianingsih membenarkan hal itu. Menurut dia, pada pukul 05.14.14 WITA, Wilayah Mataram dan Lombok Barat diguncang gempa bumi tektonik.

“Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=4,6. Episenter terletak pada koordinat 8,78° LS; 116,14° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 10 km Tenggara Lombok Barat, NTB pada kedalaman 10 km,” ujar Eka dalam siaran tertulisnya.

Ia mendaku, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di darat. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukan bahwa gempabumi memiliki mekanisme geser (strike-slip),” ucap Sri.

Ia menyatakan, berdasarkan laporan masyarakat , dampak goyangan gempa tersebut, dirasakan di wilayah Mataram, Lombok Barat IV MMI. Yaitu gempa dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

“Gempa juga terasa di Denpasar, Badung, Karangasem, Padangbai, Gianyar, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, III MMI. Yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” jelas Sri.

Hingga saat ini, lanjut Sri, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Bahkan, dari hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

“Hingga hari Selasa, 25 Januari 2022 pukul 05.47 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” ucap dia.

Sri mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, masyarakat diharapkan agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” tandas Eka Sri Sulistianingsih menjelaskan. RUL.

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.