Berbagi Berita Merangkai Cerita

Gempa Lombok Ubah Air Ledeng PDAM Berwarna Keruh

0 31

MATARAM,DS-Gempa tektonik berkekuatan 7,0 SR yang menerjang Lombok Minggu (5/8) tidak hanya membuat warga mengungsi dan tidur di areal terbuka, melainkan telah mengubah air ledeng PDAM menjadi berwarna keruh.

Beberapa jam setelah gempa berkekuatan lebih besar dari sebelumnya yang hanya 6,4 SR, gempa yang membuat sepanjang jalan di Kota Mataram menjadi ramai akibat kekhawatiran terjadinya tsunami itu membuat Mataram gelap gulita selama beberapa jam.

Dini hari ketika lampu sudah menyala diketahui dampak dari gempa itu membuat air ledeng dari PDAM Giri Menang menjadi keruh seperti air sawah. Hal itu diketahui ketika  Duta Selaparang hendak mengambil air wudhu. Serta merta air ledeng yang mengucur berwarna coklat.

Belum diketahui penyebab keruhnya air ledeng, namun mata air yang biasa digunakan masyarakat Lombok berasal dari sejumlah mata air di Gunung Rinjani. Gempa itu sendiri menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati sebagai dilansir RILIS.ID merupakan gempa bumi utama atau puncak dari gempa bumi.

Banyak Warga Pingsan

Gempa bumi yang cukup besar itu membuat banyak orang pingsan ketika berlangsung acara festival seni tingkat provinsi di Gedung Taman Budaya Mataram, Minggu. Saat getaran menerjang, para penonton dan undangan lari berhamburan ke luar gedung.

“Banyak yang pingsan, sudah tidak terhitung karena mereka berebut ke luar gedung,” tutur Agus Wintarno, salah seorang ASN Taman Budaya NTB, Minggu malam.

Gempa juga membuat tembok makam di Kelurahan Punia, Kota Mataram, ambruk. Kelurahan berpenduduk padat dengan rumah berhimpitan itu dipenuhi isak tangis dan takbir “Allahu Akbar”. Sepanjang jalan raya disesaki penduduk. Bahkan mereka mengungsi ke SMPN 9 Mataram akibat masih adanya gempa susulan. Sebagian besar warga bermalam di luar rumah.

Terkait jumlah korban belum diketahui secara pasti. Hanya saja korban tewas sudah mulai dilansir yaitu seorang santri di Lombok Barat. Sedangkan korban luka cukup banyak, baik di Kota Mataram, KLU, Lombok Barat maupun Lombok Timur.  Seperti pengakuan Hasbiallah, warga Lombok Timur, korban gempa bumi akibat tertimpa material bangunan berdatangan ke Puskesmas Sukaraja di Lombok Timur.

“Banyak korban hari ini, ada yang ditimpa material bangunan yang ambruk,” kata suami seorang perawat ini.

Gempa bumi sebelumya menewaskan sekira 20 orang. Namun belum sirna duka itu, gempa yang juga terjadi dihari Minggu menambah deretan kecemasan warga lebih meluas. ian

Leave A Reply