Berbagi Berita Merangkai Cerita

Gemakan Lagu “Jokowi Wae” di Lombok JKSN Targetkan Kemenangan Tembus 27 Persen di NTB

0 13

LOTIM, DS – Gubernur terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri deklarasi Jaringan Kiai-Santri Nasional (JKSN) provinsi NTB untuk pemenangan Jokowi-KH Ma`ruf Amin di Kabupaten Lombok Timur, Jumat (1/2) petang.

Deklarasi yang dilakukan di Ponpes Maraqqitalimat Mamben, Kecamatan Aikmel, Lotim tersebut dilakukan usai pelantikan pengurus JKSN NTB yang diketua TGH. Hazmi Hamzar dengan Sektarisnya TGH Subki Sasaki, oleh Kiai H M Roziqi selaku Ketua JKSN Pusat.

Acara deklarasi diawali dengan pembacaan Shalawat Badar yang dipimpin oleh Pimpinan Pondok Pesantren Maraqqittalimat TGH. Hazmi Hamzar dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta lagu “Jokowi Wae” yang dipandu Khofifah Indar Parawangasa dan di ikuti tamu undangan serta ribuan masyarakat.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan doa dan dzikir oleh Dewan Penasehat JKSN Pusat KH Asep Saifuddin. Pengasuh Ponpes Amanatul Umat Mojekerto, provinsi Jawa Timur itu mengaku, duet kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf dirasa tepat untuk melanjutkan kepemimpinan di Indonesia kedepannya.

Pasalnya, di era Jokowi blok Mahakam yang di era pemerintahan sebelumnya dikuasai oleh asing, kini telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi. “Keberhasilan ini belum termasuk banyaknya perusahaan asing yang telah berubah kepemilikan menjadi perusahaan nasional. Diantaranya, PT Freport dan PT NNT. Jadi orang yang menuduh pak Jokowi adalah antek asing, itu keliru,” tegas KH Asep.

Dalam kesempatan itu. Kyai Asep menambahkan, jika ia juga melihat dengan mata kepala sendiri tentang Jokowi yang salatnya rajin.

“Dan saya yakini juga untuk semua warga Indonesia, tidak benar jika pak Jokowi itu tidak bisa shalat. Saya saksi mata melihat beliau shalatnya tertib dan sesuai dengan kaidah rukun shalat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua JKSN NTB TGH Hazmi Hamzar mengaku, prihatin atas kondisi media sosial saat ini yang kebanyakaan isinya tidak sehat dan berbau fitnah untuk kepentingan kampanye pada pilpres.

“Dalam islam kita endak boleh berdakwah dengan cara fitnah itu. Saya imbau warga NTB, utamanya Jamaah Maraqittalimat jangan ikuti ajaran yang suka fitnah itu. Sekali lagi, itu tdak boleh dan jangan bergabung dgn hal kayak gitu,” ujar Hazmi.

Ia mengakui, adanya perbedaan pilihan politik merupaka hal yang lumrah bagi umat islam. Namun khusus, jamaahnya.

Hazmi menilai, mereka justru telah teruji kesolidannya, lantaran pada Pilkades, pilkada bupati hingga pilkada Gubernur, yakni akan patuh pada pilihan imamnya.

“Jika kita sembahyang zhuhur, maka kita harus bersama-sama shalat yang sama. Insya allah, imam kita akan membawa kita pada hal-hal yang baik,” kata Hazmi.

“Kalau di medsos itu, pandai-pandai kita untuk memilih dan memilah mananinformasi yang  baik dan mana yang menyesatkan,” tambahnya.

Pelantikan diwarnai dengan menyanyikan lagu “Jokowi Wae” (Jokowi Saja) oleh para peserta yang mengenakan baju putih sembari melambai-lambaikan bendera Merah Putih dan bendera JKSN pada tangan kiri serta kanan.

JKSN merupakan organisasi para relawan yang digerakkan para kiai dan bu nyai serta para santri dengan melaksanakan aktivitas konstruktif demi masyarakat adil dan makmur.

Terpisah, Ketua Dewan Pembina JKSN  Pusat, Khofifah Indar Parawangsa mengajak para ulama, ustad, ustadzah, santri dan santriwati di NTB untuk bersatu padu memengkan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

“Kalau dulu, angkanya 27 persen, sekrang kita balikkan menjadi 72 persen untuk pak Jokowi-Ma’ruf. Begitu juga saat tadi, penasehat JKSN harus menangkan Jokowi-Ma’ruf 80 persen di NTB, maka kita berupayalah memenangkan,” tandas Khofifah.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam deklarasi di antaranya Penasehat PP Muslimat NU Nyai Hj Mahfudhoh Ali Ubaid binti KH Wahab Hasbullah.  Selain itu, terlihat pula Ketua Fatayat NU NTB Hj. Wartiah serta Rektor UNU NTB Baiq Mulyana. RUL.

Leave A Reply