BSK Samawa

Gelombang Pasang Terjang Ampenan, Puluhan Rumah Penduduk Rusak

Kerusakan rumah pnduduk akibat angin kencang dan gelombang pasang

Mataram,DS-Sejak Jumat (23/12) hingga Sabtu (24/12), gelombang pasang menerjang Pantai Ampenan Kota Mataram. Puluhan rumah penduduk dan pepohonan besar tumbang.

Kendati hampir menjadi peristiwa tahunan, gelombang pasang ini tetap saja menelan kerugian materi bagi warga. Warga pesisir pantai di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, itupun seakan sudah memahami peristiwa itu sehingga mereka bergotong royong memperbaiki beberapa kerusakan.

Kerusakan terparah terjadi di Kampug Bugis. Abrasi menggerus pondasi bangunan dan angin kencang menerbangkan atap rumah penduduk. Sedangkan di Kampung Melayu yang menjadi alternatif wisata Kota Mataram yang sudah dipasang penahan gelombang hanya mengalami kerusakan pada bagian atap rumah penduduk.

Warga setempat, Burhan, mengatakan peristiwa itu terjadi sejak hari Jumat ketika hujan deras turun disertai angin kencang dan gelombang pasang.

“Namun sejak seminggu lalu nelayan memang tidak melaut karena cuaca yang kurang bersahabat,” katanya seraya menambahkan cuaca buruk mengakibatkan pohon-pohon bertumbangan dan halaman areal wisata kotor oleh sampah, termasuk di areal pesisisr pantai.

Beberapa bangunan di pesisir Pantai Ampenan yang berada di Kampung Bugis mengalami kondisi tragis. Air laut yang meruah membuat pondasi tergerus dan meruah ke jalan dan rumah penduduk.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam rilisnya memprakirakan seluruh wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat selama periode Natal dan Tahun Baru 2023.

Peningkatan curah hujan selama periode Natal dan Tahun Baru 2023 diakibatkan sejumlah dinamika atmosfer. Diantaranya, peningkatan aktifitas Monsun Asia yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan selatan. Meningkatnya intensitas seruakan dingin Asia yang dapat menambah kecepatan angin permukaan di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan, serta meningkatkan potensi awan hujan di sekitar Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.

Dinamika atmosfer lainnya yaitu adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah perairan selatan Indonesia yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif dan berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi, peningkatan kecepatan angin permukaan, serta peningkatan tinggi gelombang di sekitarnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid memprakirakan potensi HUJAN LEBAT hingga SANGAT LEBAT yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk periode 25 Desember 2022 – 01 Januari 2023 di sebagian wilayah di 10 kabupaten kota di NTB.ian

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.