Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Gedor Polda NTB, APPM NTB Laporkan Dugaan Rangkap Jabatan Kepala Daerah Jabat Ketua KONI

0 4

MATARAM, DS – Sebanyak 30 orang mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Nusa Tenggara Barat (APPM-NTB) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Mapolda NTB di Jalan Langko, Kota Mataram, Rabu (16/10). Mereka menutut agar Kapolda NTB Irjen Polisi Nana Sudjana segera mengusut dugaan pelanggaran yang dilakukan para bupati/walikota hingga kepala dinas di Wilayah NTB yang hingga merangkap jabatan sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di wilayah mereka masing-masing.

Padahal,ketentuan UU Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 27 tahun 2007 telah melarang adanya rangkap jabatan pada para pejabat publik memegang jabatan Ketua KONI tersebut.

“Kami datang karena kita sayang pada para bupati dan walikota serta ASN yang memegang jabatan itu. Makanya, kami minta pak Kapolda NTB untuk turun memeriksa semua kepala daerah dan pejabat publik yang rangkap jabatan sebagai Ketua dan Sekretaris KONI di NTB itu,” ujar Kordum Muhammad Fadaullah dalam orasinya.

Menurut Fadaullah, aksi unjuk rasa para mahasiswa dan pemuda kali ini adalah bagian dari semangat perjuangan generasi muda untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Mengingat, selama ini praktik pencairan dana hibah untuk KONI dilakukan oleh para kepala daerah. Selanjutnya, mereka menggunakan sendiri dana hibah tersebut. Sehingga, kuat dugaan terjadi potensi penyalahgunaan dana hibah KONI itu untuk kepentingan mereka dan oknum lingkarannya selama ini.
“Maka dari itu, kami mendukung aparat kepolisian untuk mengusut dengan tuntas segala praktik penyalahgunaan dana hibah KONI yang biasanya menjadi program bancaan oknum para pejabat itu. Pokoknya Pak Kapolda ini harus disegerakan,” tegas Fadaullah.
Terpisah, Korlap Aksi, Iskandar Nandar menyatakan pihaknya tidak akan beranjak balik ke kampusnya masing-masing jika Kapolda NTB melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda setempat tidak menemui para pengunjuk rasa.

“Kami ini datang ini bukan dengan tangan hampa. Tapi ada data lengkap soal dugaan korupsi dana hibah KONI di kabupaten/kota di NTB. Tolong pak Dirreskrimsus keluar menemui kami untuk menerima laporan kami ini. Yang pasti, kami berkomitmen biarpun cuaca panas siang ini, bahkan jika turun hujan sekalipun, kami akan menunggu dengan setia agar ada pejabat kepolisan Polda NTB yang menerima berkas laporan kami ini,” jelas Iskandar.

Pihaknya berkomitmen akan mengawal persoalan rangkap jabatan pejabat publik menjadi Ketua dan Sekretaris KONI ini. Sebab, masih banyak program yang dibutuhkan oleh rakyat, serta membutuhkan dana besar. Namun terkesan ditelantarkan akibat diperbesarnya dana bantuan untuk KONI selama ini.

“Kami akan kawal serius peyimpangan dana hibah KONI ini. Mahasiswa dan pemuda NTB tidak main-main akan persoalan ini,” tegas Iskandar.

Setelah selama 10 menit melakukan orasi secara bergantian. Akhirnya, perwakilan massa aksi dipersilahkan masuk ke ruangan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin.

Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Nasrullah yang hadir dalam pertemuan itu menyatakan, dalam pertemuan dengan Dirreskrimsus Polda NTB itu, mahasiswa sempat diminta melakukan paparan terkait laporan mereka tersebut. Kata Nasrullah, Dirreskrimsus Polda NTB berkomitmen bakal mendalami sejauh mana pembuktian dari hasil laporan tentang rangkap jabatan, yakni Ketua KONI yang dijabat oleh kepala daerah di NTB tersebut.

“Tadi dalam berkas itu yang dilaporkan adalah semua kepala daerah se-NTB. Termasuk, kadis-kadis yang juga banyak rangkap jabatan sebagai Ketua KONI di semua wilayah NTB. Bukti dan semua pelaporan itu telah diterima oleh Pak Dirreskrimsus Polda NTB,” ujar Kapolsek.

Muhamad mengatakan pihak Dirreskrimsus Polda NTB telah membentuk tim penyidik untuk mendalami berkas laporan daripada Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Nusa Tenggara Barat tersebut. “Nanti siapa-siapa yang dipanggil sebagai saksi akan dimintai keterangan dan seterusnya. Tentu akan sesuai urutan daripada laporan itu,” tandas AKP Muhammad Nasrullah. RUL.

Leave A Reply