Berbagi Berita Merangkai Cerita

Gandeng TP-PKK NTB, Selly Launching Gerakan Masker Anak Cegah Covid-19

106

MATARAM, DS – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB bersama PKK Provinsi melaunching gerakan masker anak di semua wilayah NTB. Launching itu dipusatkan di Puskesmas Cakranegara, Kota Mataram, Selasa (2/6) kemarin. Setelah sebelumnya, dilakukan pembagian masker di Pasar Kebon Roek Kecamatan Ampenan.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan, bahwa anak-anak adalah kelompok rentan terkena Covid-19. Hanya saja, merekab kerap terlupakan dalam mengantisipasinya.

Karena itulah ia mengajak orang tua dan semua pihak untuk melindungi anak-anak dari Covid-19 dengan memberinya masker saat aktivitas di luar rumah.

“Anak-anak adalah amanah. Dan anak-anak kita di NTB saat ini butuh perhatian lebih. Karena mereka termasuk yang rentan, namun kita lupa,” ujar Niken dalam sambutannya, kemarin.

Istri Gubernur NTB itu mengakui, saat mengunjungi pasar Kebon Roek di Kecamatan Ampenan, justru semua orang dewasa sudah menggunakan masker, namun tidak dengan anak – anak.

“Mudah-mudahan kita bisa sadar dan mulai melindungi anak-anak kita dengan masker,” tegas Niken

Pada kesempatan tersebut Hj. Niken juga berharap dengan adanya gerakan masker untuk anak dapat menyadarkan kalangan dewasa untuk segera memberikan perlindungan masker kepada anak-anak.

“Jumlah anak – anak di NTB ada sekitar 1,8 juta, dan dengan adanya gerakan ini, kita harus bisa sadar dan memberikan perlindungan yang sudah merupakan hak mereka,” ucapnya.

Bunda PAUD NTB itu mengungkapkan, jika sekolah sudah mulai berjalan nantinya, sebaiknya semua anak-anak sudah harus menggunakan masker di lingkungan sekolah untuk memproteksi mereka dari potensi tertular Covid-19.

Selain itu, Niken meminta agar Puskesmas dapat meningkatkan perannya dalam memberikan edukasi pentingnya menggunakan masker bagi anak dan masyarakat.

“Peran Puskesmas sangat penting sebagai sarana masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dan pendidikan. Alhamdulillah Puskesmas sudah memberikan hal itu kepada masyarakat, dan hari ini kami memulai gerakan masker untuk anak-anak,” jelasnya.

“Kami titipkan masker untuk anak dan untuk relawan yang nantinya akan membagikan kepada anak-anak di luar, agar anak-anak di pelosok juga bisa mendapatkan masker gratis ini untuk anak. Terima kasih kepada semua pihak. InsyaAllah NTB bisa menjaga amanah anak ini dengan baik,”sambung Niken.

Diketahui, umlah pasien anak yang dinyatakan positif Covid-19 di Provinsi NTB cukup tinggi. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, transmisi lokal menyebabkan sekitar 77 anak sudah positif Covid-19 di daerah ini.

Terpisah, Kepala DP3AP2KB NTB Hj. Putu Selly Andayani mengaku, prihatin terkait tingginya angka kasus anak positif Covid-19 di NTB, yang kini tertinggi kedua di Indonesia, setelah Provinsi Jawa Timur (Jatim).

“Jadi, gerakan masker untuk anak-anak ini adalah ikhtiar kita bersama-sama guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya pada anak-anak,” kata Hajjah Selly.

Mantan Kadis Perdagangan NTB itu mengatensi langkah responsif Ketua TP-PKK NTB yang mengkomandoi pembagian masker secara rentak pada hari ini di semua kabupaten/kota di NTB.

“Semoga ikhtiar kita ini mampu mengedukasi warga, khususnya orang tua agar mereka mulai peduli pada keberlangsungan generasi bangsa kita. Terima kasih Bu Niken yang mau turun langsung membagikan masker ke Pasar Kebon Roek dan Puskesmas Cakranegara,” tandasnya. RU

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.