Berbagi Berita Merangkai Cerita

Gandeng Tokoh Agama, Bawaslu Mataram Ingin Cegah Kerawanan Pilkada 2020

13

MATARAM, DS – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mataram berupaya untuk terus melibatkan para tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai bentuk antisipasi terhadap kerawanan konflik dan masalah dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020.

Dalam surat yang dilayangkan Bawaslu setempat pada enam lembaga keumatan di Kota Mataram agar para tokoh agama dan tokoh masyarakat agar mereka menerbitkan imbauan pada umatnya masing-masing melalui khutbah, renungan dan pidato saat kegiatan agama mereka untuk mengantisipasi agar kerawanan tidak terjadi dalam Pilkada kali ini.

Ketua Bawaslu Kota Mataram, Hasan Basri mengatakan diterbitkannya surat bernomor 636/K.Bawaslu.NB-6/PM.02.01/XI/2020 tertanggal 27 November 2020 lalu, adalah cara pihaknya melibatkan para pemuka agama untuk membantu agar pelaksanaan Pilkada 2020 di era pandemi Covid-19 dapat berjalan sesuai rencana.

“Kita ingin partisipasi pemilih dapat meningkat di Kota Mataram. Makanya, kita minta pemuka agama membantu Bawaslu mengeluarkan imbauan pada jamaahnya masing-masing,” kata Hasan pada wartawan, Minggu (22/11).

Menurut dia, menggunakan pendekatan agama dalam menyosialisasikan pencegahan pelanggaran Pilkada Serentak kali ini tidak lain agar segela praktik penyebaran ujaran kebencian lewat isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), politik uang dapat dicegah.

Imbauan yang dikirimkan pada MUI, Dewan Masjid, PGI, PHDI Mataram, Matakin dan Walubi adalah menyasar masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19 selama berada di TPS.
“Kebijakan untuk menggandeng semua tokoh agama, membuat materi khotbah adalah upaya Bawaslu agar masyarakat bisa datang ke TPS pada 9 Desember dengan suka cita guna memberikan hak suara mereka,” tegas Hasan.

Ia berharap dengan telah adanya surat yang diterbitkan pihaknya pada para pemuka agama itu. Maka, segala potensi pelanggaran dan kerawanan Pemilu dan Pilkada dapat dicegah jauh-jauh hari.
“Biasanya warga NTB, khususnya Kota Mataram patuh pada pemuka agamanya. Makannya, kami di Bawaslu mencoba mengantisipasi kerawanan menjelang pencoblosan yang sudah semakin dekat ini,” tandas Hasan Basri. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.