Berbagi Berita Merangkai Cerita

FWP NTB Salurkan Ratusan Paket Bantuan ke Lokasi Terparah Terdampak Banjir Bandang di Sesela

41

FOTO. Ketua FWP DPRD NTB, Fahrul Mustofa (dua kiri) saat menyerahkan bantuan pada warga terdampak banjir bandang di Dusun Barat Kubur, Desa Sesela, Lombok Barat disaksikan Sekdes) Sesela Saeful Bahri (tiga kanan) pada perwakilan warga setempat. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Forum Wartawan Parlemen (FWP) DPRD NTB menyalurkan bantuan kemanusiaan yang dikumpulkan dari donasi jurnalis dan dermawan atas kepedulian bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Lombok Barat pada Senin (6/12).

Para jurnalis menyasar sejumlah titik terparah di aliran Kali Meninting di perkampungan warga Dusun Barat Kubur, Desa Sesela, Lombok Barat. Sebanyak 350 paket bantuan berupa makanan cepat saji, keperluan anak dan bayi, baju layak pakai dan air bersih. Termasuk keperluan wanita dibagikan oleh para jurnalis ke rumah warga yang terdampak banjir bandang tersebut.

Ketua FWP DPRD NTB, Fahrul Mustofa mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk perhatian atau kepedulian nyata dari keluarga besar FWP terhadap sesama.

“Mungkin bantuan dari kawan-kawan wartawan ini tidaklah seberapa, namun kami berharap semoga dapat bermanfaat,” ujarnya di sela-sela menyerahkan bantuan itu, Rabu (8/12).

Saat mengunjungi perkampungan warga di Barat Kubur itu. Tampak, situasi dan kondisi pascabanjir di wilayah tersebut, sangat memprihatinkan.

Sejumlah bangunan seperti tembok pembatas (pagar) maupun rumah warga jebol dan runtuh akibat derasnya hantaman banjir.

Bahkan, sejumlah warga mengaku hanya bisa pasrah dengan keadaan dan memilih tetap bertahan dirumah masing-masing dengan kondisi seadanya.

Mirisnya lagi, dilingkungan ini cukup banyak anak-anak mulai dari usia balita bahkan 9-10 tahun. Merekapun mengaku sangat khawatir dengan kondisi anak-anak mereka.

Terutama kondisi akan kesehatan buah hati mereka. Sebab, situasi pasca banjir lingkungan yang kotor bahkan dingin tidak menutup kemungkinan timbulnya berbagai penyakit.

Salah satunya seperti gatal-gatal ataupun demam. Oleh karenanya, mereka pun sangat berharap adanya kehadiran/perhatian nyata dari semua pihak, khususnya pemerintah.

Salah satu perwakilan warga, Iskandar (28) mengaku sangat membutuhkan adanya perhatian dan sentuhan nyata dari berbagai pihak.

Adapun kebutuhan yang paling mendesak dirasanya, yaitu seperti kelengkapan anak-anak atau bayi. “Yang paling kita butuhkan saat ini, baju, kasur/tikar dan makanan. Terutama kebutuhan anak-anak atau bayi,” ujarnya.

“Seperti pampers, minyak telon, minyak kayu putih, dan obat-obatan. Bukan hanya kami, karena disini cukup banyak anak-anak,” sambung Iskandar.

Saat menemui wartawan. Iskandar bersama sang istri yang sedang menggendong buah hatinya juga sempat menunjukkan kondisi mereka. Bahkan tembok belakang rumah mereka tepatnya dibagian dapur, temboknya runtuh.

Akibatnya, untuk memasak kebutuhan sehari-hari, mereka sudah tidak bisa. Hal ini diperparah, alat memasak sudah tidak bisa digunakan lagi.

Selain itu, air bersih pun sulit diperoleh. Mengingat, sumur yang ada, tidak lagi bisa digunakan, lantaran kotor akibat bercampur kotoran.

“Semua rusak (alat dapur), mau masak untuk makan juga sudah tidak bisa. Air bersih juga sangat sulit. Sumurnya masih kotor sekali,” kata Iskandar

Ayah dua orang anak ini, mengaku berterima kasih atas kepedulian para jurnalis yang sudah menerjang jalanan yang berlumpur hanya sekadar membagikan bantuan pada warganya.

“Bantuan dari jurnalis ini pertama kali kami terima. Mudah-mudahan (berbagai pihak) semuanya bisa tergerak hatinya mau menolong kami dan warga yang ada disini. Kami sangat butuh bantuan,” ungkap Iskandar.

Senada Iskandar. Herianto, warga lainnya juga mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih atas bantuan dan kepedulian dari FWP. “Saya mewakili warga mengucapkan sangat berterimakasih atas bantuannya,” ucap Herianto dan diikuti oleh warga lainnya yang mendampingi saat menerima bantuan tersebut.

Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Sesela Saeful Bahri, mengucapkan terimakasih kepada FWP yang telah jauh-jauh datang untuk menyisir warga terdampak banjir bandang di wilayahnya.

Menurut dia, total keseluruhan warga yang ada di Dusun Barat Kubur itu sebanyak 247 KK. “Dan khusus di blok ini ada sekitar 15 KK dengan total 45 jiwa yang terdampak menjadi korban banjir,” ungkap Saeful.

Ia berharap, apa yang telah dilakukan oleh FWP dapat menjadi contoh atau motivasi bagi pihak lainnya untuk berlomba saling membantu satu sama lain. Terlebih, kata dia, dalam situasi dan kondisi saat ini. Mengingat, warga yang menjadi korban banjir saat ini sangat membutuhkan perhatian.

“Kami berharap, kita semua dapat melirik desa kita. Karena kondisi semua warga yang ada disini sangat memprihatinkan,” tandas Saeful Bahri. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.