Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 3 Mei 2018 04:56 WITA ·

Fraksi PKS NTB Soroti Dana Penjualan Aset di BIL Rp 106 Miliar Belum Masuk ke APBD


					Johan Rosihan ST Perbesar

Johan Rosihan ST

MATARAM, DS – Aset milik Pemprov NTB  di Bandara Internasional Lombok (BIL) dipastikan telah resmi dijual dengan harga Rp 106 miliar kepada PT Angkasa Pura (AP) I BIL pada tahun 2017 lalu. Meski demikian, hingga kini dana pembayaran atas penjualan aset daerah tersebut tak kunjung masuk dalam APBD NTB.

Fraksi PKS DPRD NTB menyoroti ketidakjelasan jumlah kontribusi tetap dari pengelolaan dan penjualan aset di BIL. Mengingat, adanya BIL merupakan salah satu prestasi pembangunan yang berhasil dilakukan oleh Pemprov NTB dan Pemerintah Pusat selama ini.

“Ini aneh, katanya sudah dijual aset kita di BIL. Tapi sampai dengan hari ini pemerintah daerah NTB belum bisa memastikan atau belum jelas besaran jumlah konstribusi tetap dari pengelolaan aset di BIL. Sehingga, dampaknya pembayaran aset dari investasi BIL itu sampai sekarang ini tertundanya pembayarannya,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD NTB Johan Rosihan ST menjawab wartawan, Selasa (1/5).

Menurutnya, angka Rp 106 miliar yang disepakati antara Pemprov dengan  PT AP I, berdasarkan hasil appraisal tahun 2016 lalu yang dilakukan Direktorat Jenderal Keuangan Negara (DJKN) terhadap aset NTB di BIL, jelas akan berdampak positif bagi masyarakat NTB jika telah masuk dalam dokumen APBD.

“Jika belum masuk maka pak Gubernur haruslah mengejar kepastian dananya masuk. Mengingat BIL adalah salah satu aset strategis kita. Sekali lagi, angka Rp 106 miliar tidak sedikit jika benar telah ada kepastian pembayaran dan kesanggupan dari PT AP untuk melakukan pembayarannya,” tegas Johan.

Diketahui, nilai Rp 106 miliar tersebut merosot dibandingkan hasil appraisal tahun 2013 yang mencapai Rp 114 miliar.  PT AP I  menyetujui nominal Rp 106 miliar karena memang tidak bisa ditawar lagi. Apalagi pihak yang melakukan appraisal merupakan lembaga  negara.

“Hanya saja, soal kontribusi yang masih perlu pembahasan dan negosiasi,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) provinsi NTB, H Supran, belum lama ini.

Aset Pemprov di BIL terdiri dari appron atau areal parkir pesawat seluas 48.195 meter persegi dengan nilai sekitar Rp 77 miliar, taxi way atau areal parkir taksi seluas 13.859,34 meter persegi dengan nilai Rp 29 miliar, service road atau areal pelayanan jalan seluas 6.897 meter persegi dengan nilai Rp 6,9 miliar.

Ada juga helipad atau areal pendaratan helikopter seluas 450 meter persegi dengan nilai  Rp 1,49 miliar lebih. Sementara untuk aset lahan, pemprov telah melakukan ruislagh. “Soal ruislagh juga sudah tuntas,” kata Supran.

Terkait dengan kontribusi dari beroperasinya BIL,  PT AP I  masih ogah menyetujui nominal. Padahal, appraisal telah dilakukan oleh tim independen. Hasilnya, setiap tahun Angkasa Pura berkewajiban memberikan kontribusi kepada daerah minimal Rp 5 miliar.

Surat perjanjian kerja sama antara Pemprov NTB dengan  PT AP I, nomor 615.49/001.a/2009 dan 05/SP/HK.00.03/2009/PP BIL, PT Angkasa Pura I selaku pihak kedua mempunyai kewajiban untuk memberikan kontribusi tetap kepada pemprov setelah terlebih dahulu dilakukan penilaian oleh pihak independen.

Persoalannya, PT AP I mengingkari isi perjanjian tersebut. Kewajiban kontribusi sejak beroperasi hingga saat ini tidak dilaksanakan dengan dalih appraisal belum dilakukan. “Tapi Insyal Allah tahun ini selesai kok,” ujar Supran.

Berdasarkan hasil appraisal terbaru tahun 2016 lalu, nilai kontribusi yang harus disetor PT AP I kepada daerah sekitar Rp 5 miliar per tahun. Pemberian kontribusi dihitung sejak 2012 hingga 2016, sehingga diprediksi daerah akan mendapat uang sekitar Rp 25 miliar dari akumulasi kontribusi selama 5 tahun. fahrul

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

JMSI Apresiasi KBRI Madrid dan Dubes RI Kerajaan Spanyol Bangun Poros Global

17 Mei 2022 - 17:49 WITA

Tambah Satu Mobil Tangki Lagi, HBK PEDULI Tingkatkan Suplai Air Bersih Gratis untuk Warga Terdampak Kekeringan di Lombok

17 Mei 2022 - 17:09 WITA

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Beri Solusi Jalur Ekspor

15 Mei 2022 - 19:09 WITA

Bakal Buat Baper, Sultan Food Siap Luncurkan Minuman yang Segar-Segar

13 Mei 2022 - 17:39 WITA

Gubernur NTB : Ide Besar Muncul Saat Diskusi Sederhana

12 Mei 2022 - 06:34 WITA

Organisasi Perempuan NTB Diharap Bantu Pemberdayaan Ekonomi

11 Mei 2022 - 08:20 WITA

Trending di Ekonomi