Berbagi Berita Merangkai Cerita

FPT 2017 Dibuka dengan Barapan Kerbau di KSB

0 14

MATARAM, DS – Festival Pesona Tambora (FPT) tahun 2017 dipastikan memiliki sentuhan berbeda bila dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, kegiatan tahunan yang dihelat pada 9-11 April mendatang, melibatkan lima pemda kabupaten/kota di wilayah Pulau Sumbawa.

Hal itu terlihat dengan telah diselenggarakannya ajang barapan kebo atau balapan kerbau dalam rangka Festival Pesona Mantar 2017 yang tidak lain merupakan ajang pembuka FPT 2017. Pelaksanannya berlangsung di Desa Tapir Kecamatan Seteluk, KSB pada Minggu (2/4).

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Muhammad Faozal menegaskan, Festival Pesona Mantar merupakan gong pembuka dari rangkaian acara Festival Pesona Tambora 2017 yang rencananya digelar pada 9-11 April mendatang. Berbeda dengan ajang FPT sebelumnya, dalam FPT 2017 akan menggandeng seluruh kabupaten dan kota yang ada di Pulau Sumbawa untuk ikut memeriahkan FPT 2017, mulai dari Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Dompu, dan Kota Bima.

“Prinisipnya, rangkaian Festival Pesona Tambora 2017 dimulai di Kabupaten Sumbawa Barat pada Minggu kemarin,” ungkap Faozal menjawab wartawan di Mataram, Senin (3/4) kemarin.
Menurutnya, KSB memiliki sejumlah potensi destinasi wisata yang tidak kalah dari yang ada di Pulau Lombok. Salah satunya yang menarik di Sumbawa Barat ialah budaya barapan kebo yang telah dilangsungkan pada Minggu (2/4).

Untuk itu, Faozal berharap pemkab KSB agar terus melestarikan budaya barapan kebo dan juga meningkatkan kualitas penyelenggaraannya ke depan. “Penilaian saya, selain menjaga budaya, ini (barapan kebo) juga memiliki daya tarik yang luar biasa untuk didatangi turis,” tegas Faozal.

Faozal juga mengaku terkejut dengan antusiasme warga yang sudah memadati areal persawahan sejak pagi pada Minggu lalu itu. Menurutnya, ia bersama Bupati Sumbawa Barat Musyafirin secara simbolis membuka ajang barapan kebo dalam Festival Pesona Mantar dengan memukul gong.

Selain itu, Faozal juga menjadi orang pertama yang menaiki kebo hingga jatuh tersungkur di areal berlumpur. Aksi ini mendapat sambutan dan gelak tawa yang meriah dari warga yang sudah menantikan barapan kebo digelar.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Sumbawa Barat I Gusti Bagus Sumbawanto mengatakan, pelaksanaan Barapan Kebo kali ini diikuti sebanyak 320 pasang kerbau yang berasal dari Sumbawa Barat dan Sumbawa.

Menurutnya, balapan ini bagian dari rangkaian Festival Pesona Mantar, di antaranya Barapan Kebo pada 2 April, Festival Mantar 3-4 April, yakni atraksi paralayang di Desa Mantar, Seni Budaya Rakyat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Barapan Ayam, Kuliner Palopo di Desa Pito. “Serta, ditutup pelepasan peserta Tambora Challange 320 K menuju Doro Canga, Dompu,” ujar Gusti Bagus.
Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat H W Musyafirin menegaskan terselenggaranya Festival Pesona Mantar akan membangkitkan dunia pariwisata di daerah itu. “Ke depan kami tidak akan ragu-ragu untuk membangun pariwisata di KSB. Bahkan kami akan siapkan anggaran lebih besar, sehingga kedepan pariwisata ini bisa menjadi sumber perekonomian di KSB,” tegasnya.

Karena itu, ke depan selain Festival Pesona Mantar, ada kegiatan lebih banyak lagi yang akan dilaksanakan, seperti lomba renang dari Pulau Kenawa. “Kami meminta juga dukungan kepada DPRD, pemerintah, terutama masyarakat untuk menjaga rasa aman dan nyaman bagi para tamu yang berkunjung ke KSB,” tandas Musyafirin. FAHRUL

Leave A Reply