Berbagi Berita Merangkai Cerita

Fokus Antarkan Cak Imin jadi Capres 2024, PKB Tak Risau Ada Kader Keluar

426

FOTO. Ketua DPW PKB NTB, H Lalu Hadrian Irfani bersama Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar dalam satu acara partai beberapa waktu lalu. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Ketua DPW PKB NTB, H Lalu Hadrian Irfani mengaku, tak mempersoalkan adanya sejumlah kader idiologis yang memilih hengkang dari kepengurusan PKB pasca muswil DPW PKB NTB di salah satu hotel berbintang di kawasan Lombok Barat, beberapa hari lalu.

Irfani mengklaim, di kepengurusan PKB lima tahun kedepan, justru lebih banyak para kader idiologisnya dan bukan satu atau dua orang saja. Sehingga, sejumlah pengurus organisasi sayap PKB yang mengundurkan diri, lantaran mengaku kecewa dengan hasil Muswil tidak usah terlalu dipolemikkan.

“Yang pamit dari PKB saya sampaikan terima kasih sudah pernah gabung dulu. Pastinya, beliau-beliau itu juga kemarin kurang aktif di kepengurusan. Dan PKB butuh kader yang banyak kerja,” ujarnya melalui pesan Whatasppnya, Rabu (20/1).

Menurut Irfani, beberapa kader PKB yang memilih hengkang itu, dimungkingkan memiliki rencana lain dan jalan politik lain.  Hanya saja, pihaknya perlu meluruskan kesimpang siuran informasi jika DPP PKB sama sekali tidak mengakomodir kader ideologis.

“Saya pastikan, DPP PKB tak mengakomodir itu yang enggak benar. Karena, DPP punya alat ukur terkait militansi seorang kader ideologis yang tidak bisa di intervensi oleh siapapun di daerah,” tegasnya.

Anggota DPRD NTB itu mengaskan, sejauh ini, seluruh pengurus, kader di semua tingkatan, sangat menerima hasil keputusan DPP. Untuk itu, Irfani mengajak semua kader PKB di semua wilayah NTB untuk sami’na wa ato’na terhadap keputusan DPP PKB.

“Semua kader PKB yang baik itu harus patuh, taat dan tunduk terhadap garis keputusan DPP. Sebagai kader yang baik, tentu kita sami’na wa ato’na,” kata Irfani.

Ia menuturkan, pasca Muswil pihaknya tengah fokus mempersiapkan program kerja partai untuk meraih kemenangan di pemilu 2024. Apalagi, DPP telah menargetkan dapat mengantarkan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar dapat menjadi Presiden pada Pemilu Presiden 2024.

Sehingga, lanjut Irfani, tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa keluarnya satu orang kemudian akan mengganggu ikhtiar Cak Imin menjadi Presiden RI. “Saya rasa terlalu kerdil berpikirnya,” tukas Irfani.

Ia menjelaskan, masih banyak kader PKB yang siap militan berjuang memenangkan PKB secara nyata berbuat bukan hanya pintar bicara di media.  Sehingga, jika ada kekecewaan, tentu adalah hal yang wajar dalam sebuah proses demokrasi.

“Setahu saya,  yang kecewa hanya beberapa karena apa yang dikehendaki tidak tercapai, jadi wajar. Intinya, keputusan DPP adalah keputusan mutlak dan final yang wajib di taati oleh seluruh kader partai,” tandas Lalu Hadrian Irfani.

“Insya Allah, untuk saya dan pengurus DPW dan DPC lainnya di NTB, kami bismillah akan jalan terus dan melaksanakan perintah DPP,” sambungnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.