Berbagi Berita Merangkai Cerita

FIGUR Diharapkan Jembatani Peningkatan Kualitas Guru

23

SELONG, DS-Forum Ilmiah Guru Kabupaten Lombok Timur (FIGUR) diharapkan dapat dirasakan kehadirannya bagi komunitas guru di daerah ini.  Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi, Sj. meminta agar FIGUR yang pengurusnya dikukuhkan pada Rabu (02/09) dapat menjembatani kebutuhan serta meningkatkan kualitas profesionalitas guru di Lombok Timur.  

Wakil Bupati menyambut baik keberadaan forum ini karena diyakini berarti dalam mendukung peningkatan mutu sumber daya manusia  di daerah ini yang dimulai dari peningkatan kesejahteraan guru.

Terkait peningkatan kesejahteraan ini, Wabup menyinggung berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wabup menyebut program seperti Lombok Timur Berkembang yang akan diluncurkan secara resmi pada Kamis (03/09) berbarengan dengan dikukuhkannya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menjadi salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap lembaga keuangan formal.

Wabup juga menyinggung peningkatan akses informasi melalui penyediaan internet murah yang tidak saja akan berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia, melainkan terhadap perekonomian masyarakat secara langsung dan pendapatan asli daerah secara tidak langsung.

Wakil Bupati juga mengapresiasi keberadaan 73 Standard Operating Procedure (SOP) yang kini ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Keberadaan SOP ini selain memudahkan juga diharapkan mengurangi bahkan mencegah adanya pungutan liar yang kerap muncul dalam sejumlah proses kegiatan.

Terkait SOP ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur Dewanto Hadi menyebutnya sebagai upaya memperbaiki kondisi pendidikan di Lombok Timur. SOP tersebut menjadi pedoman bersama atas berbagai kegiatan yang ada di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur.

Selain itu pihaknya bersama sejumlah perwakilan guru dan pengawas juga berhasil menyusun bentuk kurikulum dalam kondisi khusus seperti Covid-19 yang saat ini tengah terjadi. Seluruh sekolah yang ada di daerah ini baik SD maupun SLTP sudah menyelesaikan kurikulum pada kondisi khusus akhir Agustus lalu. Kurikulum khusus itu dinilai penting sebagai panduan untuk menempuh pembelajaran dari rumah baik bagi guru, siswa, maupun orang tua/wali murid, mengingat kondisi ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Dewanto juga menyampaikan bahwa perubahan nomenklatur yang menjadi fokus Pemerintah sudah dapat dirampungkan dan diverifikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 436 SD dan 40 SLTP sudah diverifikasi kementerian dan sudah masuk dalam data pokok pendidikan (Dapodik).hm

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.